Korban sempat diperingatkan oleh Muhajir (45), seorang mandor proyek Double track KA yang sedang bekerja di sekitar lokasi kejadian. Namun korban tidak menghiraukan padahal kereta api telah dekat jaraknya.
"Sudah saya teriaki dan peluit saya sudah saya tiup, tapi orang itu masih saja berjalan di tengah rel, akhirnya ditabrak" jelas Muhajir kepada detiksurabaya.com dilokasi kejadian, Rabu (13/2/2013).
Korban yang memakai celana jeans biru dan berbaju bermotif itu akhirnya tewas seketika setelah disambar KA argobromo dengan No lokomotif 20326 yang dimasinisi oleh Dunafik dan Asisten Masinis Dadang.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung berkerumun dan melihat mayat tanpa identitas itu. Korban tewas dengan luka di kepala dan tubuhnya masih utuh. Polisi yang datang langsung memeriksa tubuh jenazah.
Namun petugas tidak menemukan adanya kartu identitas diri. Polisi juga meminta warga sekitar untuk melihat mayat dengan harapan ada warga yang mengenali. Namun hasilnya juga nihil.
"Tidak kami temukan identitas diri pada jenazah ini, sementara akan kita visum di RSUD Bojonegoro, sambil menunggu ada keluarga yang kehilangan saudaranya nanti," Papar Kapolsek Kapas, AKP Supriyono.
(iwd/iwd)











































