Diteror, Wartawan Memorandum Timur Lapor Polisi

Diteror, Wartawan Memorandum Timur Lapor Polisi

Irul Hamdani - detikNews
Senin, 11 Feb 2013 15:33 WIB
Diteror, Wartawan Memorandum Timur Lapor Polisi
Banyuwangi - Kekerasan jurnalis di Hari Pers Nasional tidak hanya terjadi di Mojokerto. Di Banyuwangi, Erwin Yudianto, wartawan Harian Memo Timur (Memorandum) mendapat SMS dan telepon bernada ancaman. Hal itu terjadi berulang-ulang.

Diduga, SMS dan telepon teror ini terkait berita yang ditulis sang wartawan. Berita mengenai kisruh pemilihan Dekan Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi.

Karena merasa tugasnya sebagai jurnalis terganggu, Erwin mengadukan ancaman itu ke Polres Banyuwangi. Dia mengadukan perihal dugaan pelanggaran terhadap kebebasan pers.

"SMS ancaman itu saya simpan sebagai bukti laporan ke polisi. Pelaku di SMS-nya mengaku lulusan Fakultas Hukum Untag Banyuwangi," kata Erwin ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Senin (10/2/2013).

Sebelum lapor ke polisi, Erwin sempat menelusuri asal muasal SMS dan telepon teror tersebut. Menurutnya, sebelum ada SMS dan telepon teror ada seorang dosen Untag 1945 Banyuwangi yang meminta nomor HP miliknya melalui Ivan wartawan radio Mandala FM.

Menurut pengakuan Ivan, Dosen tersebut saat meminta nomor HP sempat mengancam akan membuat perhitungan dengan Erwin. Karena telah menulis berita kisruh pemilihan Dekan Fakultas Hukum Untag 1945 Banyuwangi.

"Saya diberitahu Ivan, dosen itu minta nomor HP saya dan mengancam akan melakukan gerakan apabila berita tersebut tidak dihentikan," tambah Erwin menirukan pengakuan Ivan.

Sementara Wakapolres Banyuwangi, Kompol Agus Widodo membenarkan adanya pengaduan tersebut. Bahkan Agus berjanji akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

"Laporan rekan Erwin kami proses sesegera mungkin untuk mengungkap siapa-siapa yang terlibat dalam teror tersebut. Tunggu saja hasilnya," kata Kompol Agus dikonfirmasi terpisah.

(fat/fat)
Berita Terkait