"Perkembangan (tikus) sangat cepat sekali di luar yang kita bayangkan sebelumnya. Oleh karena itu kondisi ini kita nyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa atau KLB," kata kepala dinas pertanian kabupaten Jember Hari Wijayadi, Sabtu (9/2/2013).
Hari menjelaskan, hama tikus yang menyerang tanaman padi milik petani sudah tidak sewajarnya lagi. Jika sebelumnya hanya 7 kecamatan yang terkena hama tikus, kini hama hewan pengerat itu dengan cepat menyebar ke 19 kecamatan dari 31 kecamatan yang ada di kabupaten Jember.
"Kebanyakan yang diserang adalah tanaman padi yang berada di kawasan Jember bagian Selatan," tambahnya.
Perkembangan hama tikus yang begitu cepat, diduga karena didukung cuaca dan kondisi lingkungan tempat tikus hidup. Habisnya ekosistem di sawah membuat tikus bisa berkembang biak dengan cepat.
"Jumlah ular sekarang ini sudah menurun karena perburuan. Padahal hewan ular ini merupakan binatang yang selama ini membantu petani dengan membasmi atau menekan perkembangan tikus. Selain itu, jumlah burung hantu yang sering memangsa tikus di malam hari juga mulai menurun jumlahnya. Dampaknya sekarang pun mulai dirasakan. Perkembangan tikus di sawah tumbuh dengan cepat," urai Hari.
Dinas pertanian, lanjut Hari, saat ini sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk terus menekan perkembangan hama tikus. Langkah itu, diantaranya penggerebekan tikus di sawah, dan juga pengasapan di tempat – tempat yang diduga menjadi tempat hidup bagi tikus.
"Kami juga menyiapkan sejumlah langkah lain dan metode menekan perkembangan tikus ini. Sebab jika tidak, maka hama tikus ini bisa mempengaruhi target panen yang sudah kita tetapkan," tukas Hari.
(iwd/iwd)











































