Mendapati suaminya gantung diri menggunakan tali tambang yang diikatkan di kayu atap rumahnya, Jumat (8/2/2013) sore, Wasiani histeris hingga mengundang warga. Warga pun berdatangan dan melaporkan perangkat desa dan diteruskan ke polisi.
"Pertama kali yang mengetahui adalah istrinya (Wasiani). Saat itu hendak mencari rumput dan menuju ke belakang ruamhnya. Ternyata melihat suaminya gantung diri," kata Wakapolsek Balongbendo AKP Andi Yudianto, kepada detiksurabaya.com, Jumat (8/2/2013) di lokasi kejadian.
Mantan Kapolsek Taman menambahkan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, Turimin nekat gantung diri diduga stress karena kondisi kesehatannya yang kian hari semakin parah.
"Dari keterangan keluarga, kalau korban itu mempunyai penyakit komplikasi yang tidak kunjung sembuh. Karena, terakhir kali kemarin sempat dibawa sama Sumardi, anaknya ke dokter. Kalau sakitnya sudah menua," ujar Andi.
Sementara jenazah tidak dibawa ke rumah sakit untuk dioutopsi. "Pihak keluarga mengihklaskan kematian korban (Turimin). Meminta agar tidak dioutopsi dan dibawah ke rumah sakit," pungkas dia.
(fat/fat)










































