Dava, panggilan bocah malang ini bisa hidup sampai sekarang karena bernafas memalui langit-langit mulut. Saat umurnya menginjak 3 bulan, seorang dokter ahli bedah plastik asal Australia di RSU dr Soetomo Surabaya mengoperasi dan memberikan lubang pernafasan.
Saat itu, kedua orang tuanya mendapat fasilitas surat keterangan tidak mampu untuk melakukan operasi tersebut. Meski bisa bernafas melalui langit-langit mulut, putra pasangan Akhmad Fuad (26) dan Ari Puspita (22) ini diharuskan kontral pengobatan secara intensif setiap enam agar bisa bernafas dengan baik.
"Kontrolnya ke Surabaya, ujar Ari Puspita, ibunda Dava berbincang dengan detiksurabaya.com di rumahnya, Jumat (8/2/2013).
Dia mengaku, biaya kontrol ke Surabaya dirasakan sangat berat. Penghasilan suaminya sebagai pekerja serabutan tidak memungkinkan mereka menabung. Berhutang dan bantuan dari orang-orang yang peduli menjadi solusi.
Puspita menjelaskan, selain wajib kotrol 6 bulan sekali, Dava juga diwajibkan segera menjalani operasi susulan agar bisa hidup dan bernafas dengan normal. Orang tuanya saat ini terus berharap uluran tangan orang-orang yang peduli.
"Saya sedih kalau mendengarnya mengeluh karena sesak nafas," ujar Puspita.
Meski mengaku sedih melihat penderitaan putranya yang terengah-engah saat bernafas, Puspita dan suaminya mengaku bisa tabah dan bersabar sembari terus berdoa agar mendapat jalan keluar. Keceriaan Dava, yang ingin selalu bergaul bersama teman sebayanya menjadi motifasi orang tua untuk terus mengupayakan penyembuhannya.
"Anaknya selalu ceria. Selalu ingin bermain bersama teman-temannya," pungkas Puspita.
(fat/fat)











































