"Menurut keterangan istrinya, Aris sudah mengaku pusing sebelum berangkat. Namun entah kenapa dia nekat berangkat juga. Mungkin karena pengabdiannya yang tinggi ke puskesmas," kata Kepala Puskesmas Kencong, Iswarno kepada detiksurabaya.com, Rabu (6/2/2013).
Siang tadi, Iswarno bersama staf Puskesmas Kencong menjenguk Aris Cahyono yang berada di ruang perawatan intensif RSUD dr Soebandi Jember. Selain menjenguk Aris, Iswarno juga sempat berbincang dengan petugas medis menanyakan kondisi Aris.
Kepada wartawan, Iswarno mengatakan, sebelum berangkat, Aris juga baru datang dari mengantar pasien Puskesmas Kencong yang dirujuk ke RSUD dr Soebandi Jember.
"Jadi memang mungkin kondisinya benar–benar tidak fit saat itu. Tapi ya saya juga tidak tahu kenapa dia berangkat juga ketika ditelpon pihak puskesmas untuk diminta merujuk pasien lagi," urai Iswarno.
Dia menambahkan, Aris merupakan pegawai yang statusnya masih sukwan. Aris menggantikan posisi ayahnya yang dulu juga merupakan sopir Puskesmas Kencong.
"Ayahnya pensiun karena memang faktor usia. Sebagai pengganti, sementara kita mempekerjakan Aris. Jadi statusnya sekarang ini masih sukwan," kata Iswarno.
Mengenai biaya perawatan Aris, Iswarno mengaku sudah mengusahakan agar ada keringanan biaya.
"Saya sudah telepon kepala dinas (kesehatan). Belau menyarankan agar Aris dibuatkan SKTM (Surat keterangan miskin) agar biayanya tidak terlalu mahal," pungkas Iswarno.
Seperti diberitakan sebelumnya, mobil ambulance Puskesmas Kencong yang dikemudikan Aris, menabrak pohon di jalan raya Dusun Kebon Desa Tutul Kecamatan Balung, dini hari tadi. Peristiwa itu menewaskan 4 penumpang, termasuk pasien yang hendak dirujuk ke RSUD dr Soebandi Jember. Sedangkan Aris, hingga saat ini kondisnya masih kritis.
(fat/fat)











































