"Sebelum ditemukan tewas, ada tiga orang yag masuk ke dalam kamar korban. Kita menduga tiga orang itu yang menjadi pelakunya," kata Kasatreskrim Polres Jember AKP Makung Ismoyojati, Senin (4/1/2013).
Korban bernama Wardaningrat (53), mengalami luka pada bagian wajah dan kaki. "Luka yang ada di tubuh korban menunjukkan bekas sayatan dari senjata tajam," kata Makung.
Peristiwa itu diketahui saat anak korban bernama Mufit, mendengar kegaduhan di kamar korban. Saat itu, korban sedang tidur di kamar bersama anaknya yang masih berumur 12 tahun bernama Irfan.
"Saat Mufit masuk kamar, dia mendapati dua orang kabur melalui jendela, dan satu orang berada dalam kamar. Orang yang berada dalam kamar ini sempat menyerang Mufit dengan bambu, lalu melarikan diri," jelas Makung.
Setelah orang yang menyerangnya kabur, Mufit kemudian memeriksa kondisi ayahnya yang tergeletak di tempat tidur. Saat itulah Mufit mengetahui ayahnya sudah meninggal dunia. Peristiwa itu selanjutnya diberitahukan ke warga dan diteruskan ke pihak kepolisian.
"Kita sudah melakukan olah kejadian perkara dan membawa jenazah korban ke rumah sakit untuk divisum. Petugas juga masih di lapangan untuk mengungkap siapa yang menjadi pelaku pembunuhan tersebut," tambahnya.
Makung menambahkan, tidak ada barang korban yang hilang, sehingga polisi untuk sementara menduga kasus itu murni pembunuhan. "Untuk motifnya kita akan tahu setelah pelakunya tertangkap," pungkasnya.
(fat/fat)











































