Kedua jasad yang meninggal sejak Jumat sore baru bisa dievakuasi Sabtu pagi akibat hujan deras dan sempitnya diamter sumur.
Keduanya yakni, Sumarno (28) dan Maryanto (32) yang diduga tewas keracunan gas karbondioksida. Kematian kedua korban ini baru diketahui pertama kali oleh Marwan (35), kakak Maryanto.
"Sekitar jam 5 sore, Jumat (1/3) saya mencari adik yang belum pulang. Saya melihat sepeda motornya di pinggir sawah. Saya kaget melihat Maryanto dalam posisi tersangkut di tangga, sedang Sumarno di dasar sumur. Keduanya sama sekali tidak bergerak," tutur Marwan kepada detiksurabaya.com, Sabtu (2/2/2013) dini hari.
Upaya evakuasi kedua korban baru berhasil dilakukan 10 jam kemudian setelah petugas SAR dari Brimob Polda Jatim datang ke lokasi. "Saat diangkat warga, Maryanto sudah meninggal dunia. Sedangkan Sumarno sulit kita evakuasi karena posisinya di dasar sumur dan bau gas yang menyengat," ucap Ngadi (40) warga desa setempat.
Evakuasi jasad Sumarno akhirnya berhasil dilakukan setelah 10 jam lebih. Hal ini hujan deras dan sempitnya diameter sumur yang membuat petugas kesulitan melakukan evakuasi korban di dasar sumur.
"Kita harus menunggu untuk memastikan gas beracun menguap ke atas sehingga baru dilakukan evakuasi. Selain itu juga terkendala oleh diameter sumur cukup sempit sekitar 1,5 meteran dan hujan deras," ucap Ketua Regu Tim SAR Brimob Madiun, Iptu Sujono usai mengevakuasi mayat Maryanto.
(ze/ze)











































