Aksi pengejaran sang pengadil, Cholid Dalyanto yang memimpin pertandingan berawal dari keputusannya yang tidak memberikan hadiah penalti kepada tim tuan rumah yang menganggap pemain Deltras melakukan pelanggaran handball di kotak 16.
Wasit yang tidak mengindahkan protes para pemain tuan rumah Persid Jember dan memilih melanjutkan pertandingan memicu kemarahan para pemain Persid Jember yang mengejar wasit Cholid.
Suasana makin memanas, ketika para ofisial Persid Jember ikut masuk ke tengah lapangan dan ikut mengejar wasit sambil memaki.
"Itu seharusnya handball, wasit kok malah meneruskan permainan. Seharusnya itu pinalti karena jelas-jelas menyentuh tangan kok." ujar salah satu ofisial tim persid kepada detiksurabaya.com, Jumat (1/3/2013).
Aksi anarkis akhirnya berhasil diredam usai puluhan petugas dari Polres Jember mengamankan wasit Cholid keluar dari lapangan.
Namun upaya petugas tersebut hampir kecolongan, karena sang pengadil hampir dipukul oleh salah seorang seporter tuan rumah yang turun dari tribun. Beruntung, aksi pemukulan oleh seporter terhada wasit berhasil dicegah oleh petugas yang melakukan pengawalan ketat.
Tiga menit berselang, pertandingan kembali dilanjutkan hingga babak kedua berakhir, kedudukan imbang 1-1 bagi kedua tim tetap bertahan.
Sementara, pelatih Deltras berharap agar anak asuhnya tidak bermain dengan emosional dilapangan sebab bisa merusak strategi permainan awal yang direncanakan. "Memang pertandingan ini berat tapi tidak boleh dibawa emosional," ujar Joko, pelatih Deltras kepada wartawan usai pertandingan.
(ze/ze)











































