Bentrokan antara massa dan ratusan polisi tidak terhindarkan karena upaya massa untuk menemui komisioner KPU dihalangi. Bentrokan bermula saat massa yang sudah dibakar emosi terlibat adu dorong dengan polisi.
Peristiwa ini merupakan simulasi pengamanan Pilkada Kabupaten Pasuruan yang akan digelar pada 3 Maret 2013 mendatang. Simulasi melibatkan ratusan personel dan ribuan warga.
Adu dorong tersebut berubah menjadi tindakan anarkis karena negosiasi antara kedua belah pihak menemui kegagalan. Sekelompok massa yang berada di belakang tiba-tiba melempari petugas dengan batu dan kayu. Aksi pelemparan itu sontak menyulut amarah massa lainnya yang sponton ikut melakukan aksi pelemparan pada barigade polisi bersenjata lengkap.
Dilempari terus menerus oleh massa, polisi pun kehilangan kesabaran. Polisi dari Dalmas Polres dan Polda serta Brimob merangsek dan mendorong massa agar mundur. Namun bukannya bubar, massa kian kalap. Dua orang polisi luka terkena pukulan.
Menghadapi massa yang kian beringgas, polisi akhirnya menembakan gas air mata. Tim Anti Anarkis juga dikerahkan dan melepaskan tembakan ke arah massa. Massa pun kocar-kacir. Polisi segera memasang pagar duri di depan gerbang kantor KPU mengantisipasi massa kembali masuk. Beberapa saat kemudian, situasi bisa dikendalikan.
"Kita mengharapkan gelaran Pilkada besok aman dan tertib. Namun kita siap mengantisipasi jika ada sekelompok massa yang anarkis," kata Kapolres Pasuruan, AKBP Ricky Purnama usai simulasi.
Ricky menegaskan polisi akan melakukan tindakan tembak di tempat jika situasi tidak terkendali.
"Tembak di tempat, sesuai prosedur," tandasnya.
Personel yang dilibatkan dalam simulasi terdiri dari 1 SSK Dalmas Pasuruan, 1 SSK Dalmas Polda, 1 SSK Brimoba, 1 unit water canon, 1 unit Trantis, Tangkal Brimob dan Jibom.
(fat/fat)











































