"Hybrid Micro Thermoelectric Generator adalah sejenis pembangkit listrik yang dihasilkan lebih dari satu sumber yang memanfaatkan perbedaan suhu udara dingin dan panas," kata Rahmat Ananta, salah satu pencipta alat tersebut kepada wartawan, Senin (28/1/2013).
Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) ini menjelaskan, untuk menciptakan sebuah energi listrik memerlukan suhu panas dan dingin dengan perbandingan 1:2.
Jika suhu dinginnya 60 derajat celcius, maka suhu panasnya berkisar 30 derajat celcius, atau bisa juga sebaliknya. "Yang penting mempunyai perbandingan 1:2," jelas Rahmat.
Temuan ini juga membawa Rahmat bersama tiga mahasiswa lain meraih medali emas di World Inventor Award Festival di Seoul Korea Selatan pada Desember
2012 lalu.
Ditambahkan, Hybrid Micro Thermoelectric Generator juga bisa memanfaatkan perbandingan suhu di dalam dan di luar rumah. Sumber suhu yang lain juga bisa didapat melalui air panas, air dingin, es, geyser atau salju.
Untuk daerah yang mempunyai suhu ekstrem, seperti daerah kutub dan Padang Pasir, alat tersebut masih bisa digunakan selama ada perbedaan suhu.
"Pada suatu daerah yang mempunyai suhu ekstrem, seperti di daerah kutub dan padang pasir alat Hybrid Micro Thermoelectric masih bisa digunakan selama ada selisih perbedaan suhu," terangnya.
Menurut Rahmat, dengan pola kerja seperti itu, Hybrid Micro Thermoelectric Generator juga bisa digunakan untuk kebutuhan energi listrik besar, seperti menggerakkan mesin industri.
Sumber energi listrik yang dihasilkan oleh Hybrid Micro Thermoelectric Generator, lanjut Rahmat, berasal dari suatu lempeng yang bernama Elemen Peltier.
Elemen Peltier itulah yang nantinya mentransmisikan suhu dingin dan panas menjadi suatu energi listrik.
"Satu lempeng elemen bisa menampung minimal 12 Volt Ampere hingga maksimal
80 Volt Ampere," sambung Rahmat.
Karena keunggulan yang dimliki Hybrid Micro Thermoelectric Generator, maka ketiga mahasiswa FT UB tersebut berinisiatif untuk segera mematenkannya.
"Saat ini kami sedang berusaha mencari perusahaan yang mau bekerjasama dan mematenkan produk atas nama kami bertiga," tandasnya.
(fat/fat)










































