Getaran tersebut juga dirasakan hingga Pos Pantau Gunung Api Raung (PPGA) di Desa Sumberarum Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Jarak Gunung Raung dan PPGA Raung sekitar 18 Km.
Kepala Pos Pantau Gunung Api Raung, Balok Suryadi menjelaskan, gemuruh dan getaran tersebut dirasakan sejak kemarin, Rabu (23/1) hingga hari ini Kamis (24/1). Aktivitas tremor amplitudo di dominasi 5-32 milimeter. Interfal getaran dirasakan 5 menit sekali.
"Kalau jam berapa saya tidak hafal, tapi mulai habis isya' sampai tadi pagi pukul 08.30 WIB gemuruh dan getaran terasa sekali. Interfal-nya (getaran dan gemuruh) hampir 5 menit sekali" kata Balok Suryadi saat dihubungi wartawan via seluler.
Getaran kuat dirasakan hingga radius 20 kilometer. Warga yang tinggal dikawasan kaki Gunung Raung resah. Bahkan sebagian tidak berani berada didalam rumah. Sebagai langkah antisipasi, warga kembali berjaga-jaga atau ronda malam.
Balok juga menjelaskan, sejak malam kemarin asap tebal putih setinggi 300 meter muncul dari puncak Gunung Raung. Asap tersebut ke arah Utara.
"Ya jelas warga gelisah, nggak bisa tidur karena biasanya nggak pernah gitu kok. Kalau tadi malam sampai tadi pagi itu memang (getaran) agak keras" sambung Balok lagi.
Meski begitu, Balok menegaskan untuk wilayah Banyuwangi sementara belum ada hal yang perlu dirisaukan. Mengenai adanya asap tebal tersebut, Balok memperkirakan hujan abu kemungkinan mungkin hanya di sekitar kaldera saja.
Hujan abu kemungkinan terjauh dengan ketinggian 300 meter hanya akan mencapai Sempolan (Kecamatan Silo, Kabupaten Jember) saja.
Saat ini pengamatan secara visual yang bisa terlihat dari PPGA Raung adalah Puncak Raung masih tertutup kabut dan terjadi gerimis yang mengguyur di kawasan kaki Gunung setinggi 3.332 mpdl tersebut.
(fat/fat)










































