Warga menutup separuh badan jalan yang rusak parah dengan memasang palang dari bambu. Pohon pisang dan beberapa ranting pohon juga diletakkan di jalan yang juga menghubungkan antar desa tersebut.
Lubang besar tampak menganga dan tergenang air hujan. Praktis, jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Bahkan kendaraan roda dua juga harus turun saat melintas.
"Kami tutup jalan karena tuntutan kami tidak mendapat respon. Kami ingin segera perbaiki," kata Eko, salah seorang warga di lokasi, Selasa (22/1/2013).
Menurut dia, akibat rusaknya jalan, aktivitas warga dan wisatawan terganggu. Selain itu, sering terjadi kecelakaan di jalan berlubang tersebut. "Sering terjadi kecelakaan di sini," keluhnya.
Menurut warga, kerusakan jalan akibat kelebihan beban. Banyak truk mengangkut pasir dan batu yang melintas di jalan tersebut.
(fat/fat)











































