"Dalam waktu 2 hari saja sudah ada 2 pengendara motor yang terperosok ke lubang dan jatuh," ujar Giyuk (28), karyawan toko swalayan kepada detiksurabaya.com di lokasi, Selasa (22/1/2013) pagi.
Menurutnya, lubang yang terbentuk di jalur padat lalu lintas itu sudah tampak sejak sebulan lalu. Awalnya hanya berukuran kecil. Namun lantaran tidak segera ditangani, diameter lubang pun semakin menganga. Akibatnya banyak pengendara motor yang menjadi korban.
Kondisi itu diperparah minimnya lampu menerangan. Ditambah lagi titik tersebut sering tergenang banjir. Sehingga saat malam hari resiko terjadinya kecelakaan semakin tinggi.
"Kejadian terakhir kemarin, Senin (21/1/2013) sekitar jam 4 sore. Seorang warga Tremas jatuh dan cedera karena sepeda motornya terjungkal di lubang," imbuh Tukirdi, seorang pengemudi.
Munculnya tanaman pisang jenis Kepok lengkap dengan buah itu mengejutkan pengguna jalan. Diperkirakan, aksi tanam dilakukan, Selasa (22/1/2013) dini hari. Bahkan untuk menopang agar batang pisang tidak mudah tumbang, pada bagian akar dipasang drum berisi tanah. Pantauan detiksurabaya.com hingga pukul 07.00 WIB, pohon pisang masih berdiri tegak di lokasi.
(fat/fat)











































