Longsor Macetkan Jalur Lumajang - Malang

Longsor Macetkan Jalur Lumajang - Malang

Santi Rahayu - detikNews
Minggu, 20 Jan 2013 13:21 WIB
Longsor Macetkan Jalur Lumajang - Malang
Lumajang - Hujan yang mengguyur deras Lumajang kembali memicu longsor di jalur selatan yang menghubungkan antara Kota Pisang ini ke arah Kabupaten Malang. Longsoran bebatuan bercampur dengan material tanah dari tebing di sisi jalan berkelok ini, terjadi di titik 55.750 Kilometer di atas Jembatan perak arah Turen yang masuk Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiap-siagaan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Hendro Wahyono ketika dikonfirmasi detiksurabaya.com menyebutkan jika insiden longsor ini terjadi Minggu (20/1/2013) dini hari tadi.

"Material bebatuan dan tanah longsor dari tebing di sisi jalan yang konturnya labil setelah diguyur hujan selama semalaman. Tebing yang longsor ini sepanjang 13 meter dan lebar dari bahu jalan 2 meter," kata Hendro.

Insiden longsor dilaporkan pagi tadi ke Pos Aju di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro. Selanjutnya, personil BPBD Kabupaten Lumajang bersama unsur Polri dan TNI segera melakukan penanganan.

"Longsor menutupi sebagian badan jalan sehingga arus lalin macet. Namun kendaraan masih bisa melintas meski harus bergantian. Selanjutnya, kami meminta bantuan alat berat dari Pos Binamarga di Turen, Malang untuk didatangkan ke lokasi," tambah Hendro.

Untuk mendatangkan alat berat berupa mesin backhoe ini, BPBD Kabupaten Lumajang harus menunggu sampai 3 jam hingga tiba di lokasi untuk dilakukan pembersihan. Dengan bantuan alat berat itu, upaya pembersihan pun masih berlangsung hingga pukul 13.00 WIB.

"Kami masih berada di lokasi untuk melakukan pembersihan sekaligus memastikan agar tidak ada titik jalan yang rawan longsor di sepanjang jalur tersebut," jelas Hendro.

Hendro mengingatkan pengguna jalan agar selalu mewaspadai sisi kiri kalau dari arah utara atau sebaliknya jika dari arah selatan guna waspada jika sewaktu-waktu terjadi longsor. Sebab, hujan masih mengguyur dan potensi longsor masih tetap tinggi di jalur ini," pungkas Hendro.

(iwd/iwd)
Berita Terkait