Nelayan asal pesisir Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan itu memilih tenggelam bersama perahu motor miliknya yang karam. Kisah dramatis itu tentu saja membuat keluarganya yang mendengar banyak menjerit histeris.
"Cerita nelayan yang selamat, dia (Asniman, red) sempat mengambang berpegangan ke perahunya. Tapi menolak diselamatkan dan memilih ikut bersama perahunya. Akhirnya ya tenggelam bersama perahunya," tutur Dedi Katili, tokoh nelayan setempat kepada detikSurabaya.com, Minggu (20/1/2013).
Kisah dramatis Asniman terjadi saat perahu motor jenis selerek miliknya terkena pusaran angin puting beliung di tengah perairan Selat Madura. Perahu motor bernama Kapodang itu pun rusak, sebelum akhirnya karam. Sebelum karam, perahu yang kondisinya rusak itu beberapa saat sempat mengambang. Ketika itulah Asniman terlihat kru perahu motor lain sedang berpegangan ke perahunya yang sudah rusak. Asniman sempat berusaha untuk ditolong namun menolak.
"Dia tidak mau ditolong. Malah bilang kalau mau ikut perahunya, sekalipun tenggelam. Tak lama setelah itu dia benar-benar tertarik ke bawah ikut perahunya yang karam," timpal H Akma, tokoh nelayan lainnya.
Menurut Dedi Katili, sikap Asniman mengikuti perahunya yang karam mungkin karena terlanjur 'menyatu' dengan perahu motornya. Sebab, sebelum bisa membeli perahu motor tersebut Asniman benar-benar berangkat dari nol bekerja sebagai nelayan. Selain itu, dia diduga juga merasa putus asa saat terombang-ambing di tengah laut. Karena selama ini dia juga dikenal memiliki penyakit sesak nafas alias asma.
"Sampai sekarang masih dicari di tengah laut. Selain dari polisi dan tim SAR, pencarian juga dilakukan saudaranya menggunakan perahu motor si Potre," pungkas Dedi.
Diberitakan sebelumnya, cuaca buruk menyebabkan 2 perahu motor milik nelayan pesisir Panarukan, Kabupaten Situbondo rusak dan karam. Perahu motor jenis selerek bernama Kapodang dan Juanda itu tenggelam setelah terkena pusaran puting beliung di tengah Perairan Selat Madura.
Saat karam di tengah lautan, 2 perahu motor itu membawa 27 nelayan asal pesisir Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. Sebanyak 11 nelayan menumpang perahu motor Kapodang; dan 16 lainnya menumpang perahu motor Juanda.
Dari 27 nelayan itu, hingga kini masih 9 nelayan yang masih dinyatakan hilang. Diantaranya dipastikan tewas akibat ikut tenggelam bersama perahu motornya yang mendadak karam. Sedangkan 18 nelayan berhasil diselamatkan oleh sejumlah perahu motor nelayan lain yang kebetulan mencari ikan tak jauh dari lokasi.
(bdh/bdh)










































