2 Perahu Motor Karam, 9 Nelayan Situbondo Hilang

2 Perahu Motor Karam, 9 Nelayan Situbondo Hilang

- detikNews
Minggu, 20 Jan 2013 08:59 WIB
2 Perahu Motor Karam, 9 Nelayan Situbondo Hilang
Situbondo - Cuaca buruk menyebabkan 2 perahu motor milik nelayan pesisir Panarukan, Kabupaten Situbondo rusak dan karam. Perahu motor jenis selerek bernama Kapodang dan Juanda itu tenggelam setelah terkena pusaran puting beliung di tengah Perairan Selat Madura.

Saat karam di tengah lautan, 2 perahu motor itu membawa 27 nelayan asal pesisir Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. Sebanyak 11 nelayan menumpang perahu motor Kapodang; dan 16 lainnya menumpang perahu motor Juanda.

Dari 27 nelayan itu, hingga kini masih 9 nelayan yang masih dinyatakan hilang. Diantaranya dipastikan tewas akibat ikut tenggelam bersama perahu motornya yang mendadak karam. Sedangkan 18 nelayan berhasil diselamatkan oleh sejumlah perahu motor nelayan lain yang kebetulan mencari ikan tak jauh dari lokasi.

Sebanyak 18 nelayan yang selamat sudah berhasil dievakuasi ke daratan. Sebagian langsung dilarikan ke rumah sakit untuk segera mendapat perawatan.

"Hingga pukul 05.00 WIB ini, sebanyak 18 nelayan berhasil dievakuasi dan 9 nelayan lainnya masih dinyatakan hilang. Antara lain, kru perahu motor Kapodang sebanyak 5 nelayan dan perahu motor Juanda 4 orang. Kita akan mengerahkan armada ke tengah laut untuk melakukan pencarian. Karena salah satunya dikabarkan tersangkut di jaringnya," kata Kasat Polair Polres Situbondo, AKP Bashori kepada detikSurabaya.com, Minggu (20/1/2013).

Pantauan detikSurabaya.com, proses evakuasi 18 nelayan ke daratan pesisir Desa Kilensari Kecamatan Panarukan, dilakukan 3 unit perahu motor nelayan setempat. Sejak sekitar pukul 03.00 WIB, tiga perahu motor yang membawa belasan nelayan selamat itu datang secara bertahap.

Suasana histeris mewarnai jalannya evakuasi belasan nelayan itu ke daratan. Begitu melihat perahu yang membawa korban selamat datang, sejumlah ibu-ibu tampak langsung menangis. Bahkan di antaranya bergegas ikut mencebur ke laut mendekati perahu motor yang membawa korban.

Mereka tak menghiraukan larangan petugas agar tidak mendekat. Begitu tiba di tepi pantai, para korban langsung ditandu olah tim SAR dari Satpolair, TRC BPBD, Tagana, dan lainnya, menuju 6 ambulan yang disiapkan.

"Aduh, kemma Wiro mak gik tak deteng ko. Engkok tak mangge mon pas jeruwa norok mate e tengah tasek. (Aduh, mana Wiro kok tidak ikut datang. Saya tidak tega kalau dia ikut meninggal di tengah laut, red)," teriak wanita paroh baya sambil terus menangis.

Sebelum mengalami kecelakaan di tengah laut, rombongan dua perahu motor nelayan itu bertolak ke tengah laut hampir bersamaan pada hari Sabtu (19/1/2013) sekitar pukul 14.30 WIB. Di tengah laut, dua perahu motor nelayan itu sudah sempat menebar jala untuk menjaring ikan.

Posisi mereka berjejer dalam jarak yang berdekatan. Saat asyik menjaring ikan itulah, pusaran angin puting beliung tiba-tiba datang dan menyapu perahu motor Kapodang dan Juanda. Seketika itu dua perahu motor itu langsung terbalik dan karam.

Beruntung, tak jauh dari dua perahu motor itu ada perahu motor bernama Manis milik nelayan lain. Melihat dua perahu nelayan itu karam awak perahu motor Manis pun berusaha melakukan pertolongan. Tak hanya perahu motor Manis, beberapa perahu nelayan lain yang berada tak jauh dari lokasi itu juga dikontak untuk ikut membantu melakukan pencarian.

Kabar tenggelamnya dua perahu motor itu disampaikan awak perahu lain yang ikut membantu proses evakuasi. Mereka mengontak kerabatnya di pesisir pantai Kilensari, Panarukan. Mendengar perahu motor Kapodang dan Juanda karam, lingkungan nelayan Panarukan langsung panik. Sebagian keluarga nelayan yang ikut dua perahu itu bahkan ada yang langsung histeris.

"Anginnya berputar seperti puting beliung dan langsung menghantam perahu. Saat itu juga perahu langsung terbalik dan karam, sebagian rekan saya ada yang ikut tenggelam bersama perahu. Saya selamat setelah ditolong nelayan lain," tutur salah seorang korban selamat, Miswar.


(fat/fat)
Berita Terkait