Dari informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, kronologis ketegangan ini berawal ketika adanya sosialisasi dari MUI Jember di Kantor Kecamatan Puger yang meminta agar Ustad Ali al Habsyi yang dianggap MUI ajarannya diduga penganut ajaran Syiah agar tidak menggelar pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad 26 Januari mendatang dilakukan secara besar-besaran.
Namun, dalam pertemuan yang juga dihadiri Ustad Fauzi serta pengikutnya yang berasal dari penganut ajaran Sunni tidak terima dengan pernyataan MUI.
Ustad Fauzi bersama pendukung memilih walk out dan meninggalkan lokasi pertemuan. Saat perjalanan meninggalkan kantor Kecamatan Puger, Ustad Fauzi bersama pengikutnya mendapat isu jika Ketua MUI dipukuli oleh pengkitu Ustad Ali al Habsyi.
Massa dari kelompok Sunni marah dan ngluruk Polsek Puger serta mendatangi Ponpes Darus Solihin yang diasuh oleh Ustad Ali al Habsyi. Beruntung tidak terjadi ketegangan dua kelompok karena sudah diantisipasi penjagaan oleh petugas dari Polsek Puger dan Polres Jember.
Petugas berusaha menenangkan dan meyakinkan massa kelompok Ustad Fauzi jika isu tersebut hanya kabar burung dan tidak benar.
Kejadian ini dibenarkan oleh petugas jaga dari Polsek Puger yang dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (15/1/2013) malam.
"Memang sore tadi ada kejadian tersebut tapi tidak sampai terjadi bentrok hanya sempat tegang," kata petugas berpangkat Aiptu yang enggan disebut namanya.
Dengan suara lirih, petugas tersebut juga enggan membeberkan kronologis sebenarnya. Namun ia tidak membantah jika kedua kelompok yang bersitegang tersebut dari kelompok Syiah dan Sunni.
"Disinyalir seperti itu (kelompok Syiah dan Sunni,red)," ujarnya sambil meminta maaf dan menutup telepon.
Sementara, Kapolres Jember AKBP Jayadi kepada wartawan mengatakan jika pihaknya meminta kepada salah satu kelompok yang akan mengadakan pengajian agar dilakukan di dalam areal ponpes dan tidak perlu dibesar-besarkan.
"Kami melakukan himbauan kepada masyarakat dan posisi kami haru ditengah-tengah. Kami hanya merekomendasikan kegiatan keagamaan dilakukan didalam areal ponpes tidak perlu diluar dan dibesar-besarkan," ujarnya.
(ze/ze)










































