Pemkab Lumajang Siaga Bencana Banjir dan Longsor

Pemkab Lumajang Siaga Bencana Banjir dan Longsor

Santi Rahayu - detikNews
Selasa, 15 Jan 2013 12:29 WIB
Lumajang - Pemerintah Kabupaten Lumajang meningkatkan upaya kesiap-siagaan guna menghadapi potensi bencana banjir dan longsor. Untuk itu, BPBD membangun Posko Aju Siaga Darurat Bencana Banjir dan Longsor di Kecamatan Candipuro.

Salah satu titik rawan bencana yang diwaspadai yakni, potensi bencana longsor, di akses penghubung antara Kabupaten Lumajang menuju Malang melalui jalur selatan.

Menyikapi kondisi rawan bencana ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Rochani kepada detiksurabaya.com, Selasa (15/1/2013) siang, mengungkapkan jika pihaknya telah membangun Posko Aju Siaga Darurat Bencana Banjir dan Longsor di Kecamatan Candipuro.

"Di sana, telah dibangun Posko Aju yang titiknya ditempatkan di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro. Namun, Posko Kabupaten untuk Siaga Darurat Banjir dan Longsor ini masih tetap ditempatkan di Kantor BPBD Kabupaten Lumajang," kata Rochani.

Pembangunan Posko Aju di jalur rawan bencana ini, masih menurut Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, menyikapi tingginya intensitas hujan dengan cuaca buruk yang terus-menerus terjadi dan diperkirakan akan berlangsung sampai Bulan Februari mendatang.

"Selain itu, BPBD Provinsi Jatim juga telah menginstruksikan kepada BPBD Kabupaten Lumajang untuk meningkatkan kesiap-siagaannya. Meski, kita sejak awal telah melakukan kesiagaan bencana dengan koordinasi terkait, baik unsur TNI, Polri, relawan, Bankom dan masyarakat sendiri," terang Rochani.

Dilibatkannya seluruh elemen termasuk masyarakat ini, ditegaskan pejabat mantan Kepala Bakesbangpol Linmas Kabupaten Lumajang ini, karena untuk penanganan masalah kebencanaan tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja. Melainkan tanggungjawab bersama dengan masyarakat yang harus dilibatkan secara aktif.

Rochani juga menjelaskan, untuk kesiapan kesiagaan di Posko Aju yang telah dibangun akan ditempatkan personel dalam dua shift jaga berbeda selama 24 jam penuh setiap harinya.

"Setiap hari, akan kita tempatkan 10 personel BPBD Kabupaten yang dibagi dalam dua shift jaga, mulai pagi sampai malam dan malam sampai pagi. Selain personel BPBD, juga akan diperbantukan personel dari unsur TNI, Polri, Kecamatan, relawan maupun Bankom dalam hal ini ORARI," bebernya.

Sedangkan untuk kesiapan alat berat jika sewaktu-waktu terjadi bencana longsor, BPBD Kabupaten Lumajang masih akan mengandalkan bantuan dari Dinas Binamarga Provinsi Jatim.

Namun, alat berat itu masih harus dimobilisasi dari Kecamatan Turen, di Kabupaten Malang. Ini yang menjadi kendala kecepatan penanganan, karena sebelum alat berat itu tiba di lokasi longsor kemacetan sudah terlampau panjang mencapai lebih dari 3 kilometer karena membutuhkan waktu 3 jam sampai di lokasi.

"Untuk itulah, kita sebenarnya sangat membutuhkan alat berat untuk kecepatan penanganan bencana rutin tahunan ketika hujan mengguyur dengan intensitas tinggi ini," pungkas Rochani.

(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini