Perahu karet tersebut terbalik dan digulung pusaran air akibat derasnya sungai. Beruntung, empat anggota SAR berhasil menyelamatkan diri dengan memegang tali perahu.
Namun, satu dari lima anggota SAR dari TNI-Polri ini kritis akibat tenggelam dan digulung pusaran air selama beberapa menit, Sabtu (12/1/2013).
Anggota SAR yang mengalami kritis bernama Yulius Victoria. Saat itu dia memegang kemudi perahu, justru harus berjuang melawan maut. Pasalnya ia tak mengenakan pelampung. Sehingga saat terjebur ke sungai ia langsung timbul tenggelam digulung pusaran air sungai.
Setelah berjuang mati-matian, akhirnya Yulius bisa lolos dari keganasan arus sungai dan langsung ditolong warga. Korban pun langsung tak sadarkan diri setelah menelan banyak air sungai.
Diduga kecelakaan ini terjadi sebab perahu karet yang dikemudikan korban Yulius menabrak air terjun bendungan sehingga hilang kendali.
Menurut Kopda Budi Prasetyo, anggota SAR dari TNI AD, ia mengakui arus sungai cukup deras. Sehingga ketika posisi perahu merapat ke air terjun, akhirnya perahu langsung terbalik.
"Karena poisisi perahu terbalik, akhirnya kita terlepas sendiri-sendiri selama lima hingga sepuluh menit," kata Kopda Budi Prasetyo.
Dengan menggunakan bambu, sejumlah warga akhirnya menolong para korban dan menyelamatkan perahu karet ke tepi sungai. Korban Yulius Victoria yang kondisinya kritis langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Sementara upaya evakuasi mayat tanpa identitas dihentikan.
(bdh/bdh)











































