Banjir dipicu luapan 3 aliran sungai yang ada di sekitar Desa Sumberanyar yakni Sungai Bangeran, Sungai Curahtemu dan Sungai Kalompret. Tiga aliran sungai itu tak mampu menampung debit air setelah turun hujan deras selama hampir 8 jam.
Praktis, hampir semua dusun di Desa Sumberanyar Kecamatan Banyuputih, terkepung banjir. Selain merusak puluhan rumah warga, banjir bandang juga merendam ratusan rumah di tiga dusun tersebut hingga setinggi pinggan orang dewasa.
Aliran air di tiga sungai itu meluap karena tak mampu menampung debit air yang terus meninggi akibat hujan deras. Karena saat bersamaan air laut juga pasang hingga menyumbat 'pembuangan' tiga aliran sungai ke laut.
"Air baru surut mulai tadi subuh. Warga di sini panik karena saat itu air laut juga naik karena ombak tinggi. Warga banyak yang sampai mengungsi," kata Sutikno, warga setempat kepada detikSurabaya.com.
Keterangan yang dihimpun, banjir bandang yang disertai banjir rob di Kecamatan Banyuputih menimbulkan kerusakan cukup parah. Sedikitnya, ada 29 rumah warga yang rusak dan dua di antaranya bahkan sampai runtuh, yakni milik Rumokso (49) dan Farid Alwi (40), warga Desa Sumberanyar.
Selain itu, banjir juga merusak sebuah musala dan 12 perahu nelayan. Tangkis di sepanjang aliran sungai itu juga banyak yang rusak dan nyaris ambrol.
Hingga kini, air sisa banjir masih menggenang di sebagian kawasan di Desa Sumberrejo, Kecamatan Banyuputih. Dibantu aparat Polri dan TNI, warga setempat masih sibuk membersihkan reruntuhan rumahnya akibat hantaman banjir bandang dan banjir rob.
"Jumlah pasti kerusakan akibat hantaman banjir bandang dan banjir rob itu masih kita data. Saat banjir saya tertahan di Dusun Ranurejo, airnya di setinggi pinggang saya. Padahal ke hilir kedalaman air diperkirakan bertambah," tandas Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Zainul Arifin.
Luapan air dari tiga aliran sungai terjadi setelah kawasan itu diguyur hujan deras cukup lama hampir 8 jam, yakni mulai Kamis (10/1/2013) malam hingga Jumat (11/1/2013) sekitar pukul 01.30 WIB.
Praktis debit air di tiga sungai itu meningkat. Celakanya saat bersamaan air laut juga mengalami pasang hingga menimbulkan banjir rob. Praktis, muara tiga aliran sungai yang bertumpu di Dusun Sompelan itu tersumbat hingga air sungai meluap ke rumah-rumah warga.
Kepanikan sempat terjadi saat luapan air sungai mulai memasuki pemukiman warga. Warga yang saat itu kebanyakan memantau gelombang laut pasang, langsung berlarian menuju rumahnya. Mereka berusaha mengungsikan barang berharga di rumahnya ke tempat-tempat yang dinilai aman.
(fat/fat)










































