"Kami terus mengantisipasi pond-pond (kolam) karena curah hujan yang cukup tinggi," kata Dwinanto kepada detiksurabaya.com, Kamis (10/1/2013).
Humas BPLS tersebut mengatakan, saat ini pihaknya memaksimalkan operasional 5 kapal keruk yang ada. Satu ponton akan digunakan di titik 42 (2 kapal keruk) dan satu ponton digunakan di titik 25 (3 kapal keruk).
"Titik-titik itu yang rawan," tambah Dwinanto.
Selain titik-titik tersebut, kata Dwinanto, penguatan akan dilakukan pada titik-titik tanggul lain yang cukup kritis seperti titik 10 D, 21-29, dan 80-81.
"Kalau kinerja kapal keruk lancar, maka status Jalan Raya Porong akan lancar," tandas Dwinanto.
(iwd/fat)











































