Pesan singkat berisi ancaman itu diterima Ira sejak akhir pekan lalu. Dan puncaknya, Ira Ravika ditendang pria misterius di Jalan Oro-oro Dowo, Kota Malang, Rabu (9/1/2013), hingga tersungkur dari motornya.
"Nomor seluler yang mengirim SMS juga tidak aktif setelah dicoba dihubungi," ungkap Pemimpin Redaksi Malang Post Sunavip Ra Indrata saat berbincang dengan detiksurabaya.com di ruang kerjanya.
Berikut beberapa pesan singkat yang diterima Ira:
"Kamu wartawan sok suci, Ingat kamu sudah menabuh genderang perang. Semua identitasmu sudah di tangan !!!!"
"Kamu sudah menabur benih lewat beritamu, kamu akan menuai badai. Ingat itu hati-hati mulai sekarang"
Pesan ancaman itu oleh Ira sudah disampaikan kepada atasannya. "Tapi kami waktu itu berpandangan teror itu biasa, yang penting jangan sampai mencelakai," ucap Sunavip.
Sunavip tidak menduga jika teror melalui SMS itu akhirnya berlanjut hingga anak buahnya terluka. Apakah ada kaitannya dengan berita atau masalah lain? "Yang jelas ini ranah kriminal, kita lapor ke polisi lebih tepat," tegasnya.
Sunavip mengakui, media yang dipimpinnya memberikan saran kepada korban agar mengurangi aktifitas di luar kegiatan jurnalistik, serta meningkatkan kewaspadaan untuk merespon teror itu.
"Ya kami sarankan jangan pulang malam-malam, dan terus berkoordinasi saat itu," aku Sunavip.
Ira Ravika kini tengah menjalani pemeriksaan di ruang Satreskrim Polres Malang, pasca melaporkan kasus yang menimpanya.
Yang menarik, sebelum ditendang pria yang mengendarai motor Ninja itu Ira sempat 'diinterogasi' oleh polisi.
Ira menceritakan, setelah berita tentang kasus kejahatan jalanan yang diduga melibatkan oknum anggota TNI AD muncul di media grup Jawa Pos itu, beberapa perwira di lingkungan Polres Malang Kota memaksa untuk bertemu dirinya. Mulai dari Kepala Satua Intelkam hingga Kepala Bagian Operasi.
"Ngajaknya siang tadi. Tapi saya awalnya menolak, karena bersamaan dengan liputan di tempat lain. Namun, justru mereka terus memaksa saya hadir," cerita Ira seraya menyebut sebuah rumah makan di Jalan Soekarno Hatta menjadi tempat pertemuan.
Anehnya, lanjut Ira, dirinya harus datang seorang diri dalam undangan itu. Meskipun hanya untuk makan siang saja. "Katanya saya harus sendiri. Karena dipaksa, saya putuskan untuk datang," ucap Ira.
Selama menyantap makan siang, kata Ira, anggota Polres Malang itu terus mencerca pertanyaan. Mulai dari masalah pribadi hingga jalan yang biasa dilalui pulang. "Tanyanya aneh-aneh, kemana saya pulang nanti dan lewat mana," tanya Ira.
Sepulang dari makan siang itu, Ira berniat untuk melanjutkan tugas peliputan menuju Jalan Bandung. Di tengah perjalanan atau tepat di lokasi kejadian, pengendara motor Ninja berboncengan mendadak menyalip dan menendang motornya hingga menyebabkan dirinya jatuh tersungkur.
(gik/gik)











































