Menurut Urip Widodo (42), salah satu warga Desa Bleberan, tebing yang longsor itu jaraknya memang jauh dari pemukiman. Namun, hujan yang terus mengguyur, membuat longsor di tebing itu semakin luas.
Jika tebing longsor, air hujan akan mengalir ke pemukiman warga melalui sungai-sungai. Hal ini dikhawatirkan akan terjadi banjir bandang. "Warga sini khawatir itu," kata Urip saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Rabu (9/1/2013) sore.
Longsor yang terjadi di Tebing Semar ini, luasnya mencapai 50 hektar lebih. Pasalnya, dari jarak 20 Km longsor itu terlihat jelas. "Tiap kali hujan lebat turun, batu dan pohon terlihat longsor. Menakutkan," ujarnya.
Jika terjadi longsor hebat, beberapa desa di Kecamatan Jatirejo, seperti Desa Seketi, Bacem, Kalikatir, Jati Dukuh, Ngembat dan Bleberan akan rata dengan tanah. Sebab, tebing itu sangat tingga dan gundul.
"Kita hanya berdoa saja. Tak ada upaya apapun," pungkas Urip.
(fat/fat)










































