Demo Mahasiswa Pasuruan Berlangsung Ricuh

Demo Mahasiswa Pasuruan Berlangsung Ricuh

Muhajir Arifin - detikNews
Selasa, 08 Jan 2013 12:35 WIB
Demo Mahasiswa Pasuruan Berlangsung Ricuh
Pasuruan - Demo mahasiswa PMII Pasuruan di depan pendopo berlangsung ricuh. Beberapa kali mahasiswa terlihat adu dorong dan adu mulut dengan polisi. Mahasiswa juga mencoreti gambar Bupati Dade Angga sebagai wujud kekecewaan.

Mahasiswa datang membawa keranda mayat dan melakukan tabur bunga. Aksi mahasiswa dilakukan untuk memprotes kinerja pemerintah daerah yang dianggap gagal.

"Insting keadilan rakyat mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasuruan gagal. Bupati dan Wakil Bupati tidak becus! Mutasi pejabat berkali-kali mengakibatkan kinerja pemerintahan tidak efektif. Hubungan Bupati dan Wakilnya yang tidak harmonis membuat program tidak berjalan. Molornya RAPBD adalah contoh konritnya. Mereka harus
bertangung jawab," teriak Abdurahman Amin, Ketua PMII Cabang Pasuruan saat berorasi, Selasa (8/1/2013).

Aksi yang sebelumnya lancar tiba-tiba ricuh. Kericuhan berawal saat keinginan mahasiswa untuk menemui Bupati Dade Angga gagal. Dade Angga yang sedang berada di dalam pendopo dan sedang melantik 227 PNS, tidak kunjung menemui mahasiswa.

Sekitar 50 aktivis yang tidak sabar merangsek masuk ke pendopo. Upaya mahasiswa dihadang puluhan polisi dan Sat Pol PP yang sudah sejak awal membentuk pagar betis. Mahasiswa terus maju, sehingga terlibat adu dorong dengan petugas. Kekacauan pun terjadi. Mahasiswa semburat karena kalah jumlah.

Pantauan detiksurabaya.com, beberapa polisi sempat menendang dan memukul mahasiswa dalam kekacauan tersebut. Seorang mahasiswa juga diamankan. Poster-poster tuntutan yang dibawa mahasiswa disobek-sobek, bendera PMII direbut dan sandal serta sepatu milik mahasiswa berserakan.

Kesal karena aksinya dibubarkan dan tidak kunjung ditemui Dade Angga, mahasiswa mencoreti gambar Dade Angga pada baliho yang dipasang Dinas Kominfo, dengan kata-kata sumpah serapah.

"Jangan dirusak," seru petugas.

Namun peringatan itu tak digubris mahasiswa. Selang beberapa saat, mahasiswa membubarkan diri dan melanjutkan aksi ke gedung dewan. Mahasiswa juga menuntut agar dewan bertanggungjawab atas molornya RAPBD.

(/)
Berita Terkait