"Seumur-umur baru saat ini ada keadaan seperti ini," ujar Somejo (82), warga setempat kepada detiksurabaya.com di lokasi, Senin (7/1/2013).
Kakek yang tinggal hanya 50 meter dari titik rekahan mengaku, sebelum kejadian dirinya sering mendengar suara gemuruh. Hanya saja, saat itu kakek 6 anak dan 7 cicit itu tidak menduga jika tebing dibawah rumahnya retak. Dirinya baru sadah terancam bahaya setelah mendatangi ladang untuk memetik cabe.
"Tiba-tiba tanah di dekat saya amblas," tambahnya sambil menunjuk lahan pertanian yang ikut rusak.
Pantauan detiksurabaya.com, hingga pukul 09.00 WIB, puluhan warga masih berada di tempat pengungsian. Untuk sementara mereka menumpang di rumah kepala dusun setempat. Sebagian lainnya tinggal di rumah kerabat di Dusun Tlogo.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Pacitan, Tri Mujiharto mengaku sudah menerjunkan bantuan bagi para pengungsi. Diantaranya bantuan logistik berupa bahan makanan dan kebutuhan hidup sehari-hari. Terkait wacana relokasi pemukiman warga yang terancam, lanjut Tri, masih akan dibicarakan dengan warga dan aparat kecamatan.
"Tentu jangka panjangnya harus seperti itu (relokasi). Tapi tentu saja harus dikoordinasikan dengan baik," tambahnya.
(fat/fat)










































