Tebing Retak 150 Meter, Belasan KK di Pacitan Mengungsi

Tebing Retak 150 Meter, Belasan KK di Pacitan Mengungsi

Purwo S - detikNews
Senin, 07 Jan 2013 11:10 WIB
Tebing Retak 150 Meter, Belasan KK di Pacitan Mengungsi
Pacitan - Fenomena tanah retak terjadi di Dusun Ngagik Desa Bandar, Pacitan. Rekahan selebar 10 meter, panjang 150 meter yang berada di tebing setinggi 500 meter tersebut memaksa belasan kepala keluarga yang tinggal di bawahnya mengungsi. Mereka khawatir, bongkahan batu bercampur lumpur akan menimpa rumah mereka.

"Seumur-umur baru saat ini ada keadaan seperti ini," ujar Somejo (82), warga setempat kepada detiksurabaya.com di lokasi, Senin (7/1/2013).

Kakek yang tinggal hanya 50 meter dari titik rekahan mengaku, sebelum kejadian dirinya sering mendengar suara gemuruh. Hanya saja, saat itu kakek 6 anak dan 7 cicit itu tidak menduga jika tebing dibawah rumahnya retak. Dirinya baru sadah terancam bahaya setelah mendatangi ladang untuk memetik cabe.

"Tiba-tiba tanah di dekat saya amblas," tambahnya sambil menunjuk lahan pertanian yang ikut rusak.

Pantauan detiksurabaya.com, hingga pukul 09.00 WIB, puluhan warga masih berada di tempat pengungsian. Untuk sementara mereka menumpang di rumah kepala dusun setempat. Sebagian lainnya tinggal di rumah kerabat di Dusun Tlogo.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Pacitan, Tri Mujiharto mengaku sudah menerjunkan bantuan bagi para pengungsi. Diantaranya bantuan logistik berupa bahan makanan dan kebutuhan hidup sehari-hari. Terkait wacana relokasi pemukiman warga yang terancam, lanjut Tri, masih akan dibicarakan dengan warga dan aparat kecamatan.

"Tentu jangka panjangnya harus seperti itu (relokasi). Tapi tentu saja harus dikoordinasikan dengan baik," tambahnya.

(fat/fat)
Berita Terkait