"Kami menyiapkan 2.500 unit bronjong untuk antisipasi banjir. Desa-desa yang rawan bencana bisa segera mengusulkan," kata Kabid Pengairan DBMP Situbondo, H Eko Prayudi kepada detiksurabaya.com, Sabtu (5/1/2013).
Karena sifatnya antisipasi bencana, pihak DBMP memudahkan usulan permintaan bronjong. Menurut Eko, pengusulan bronjong daerah rawan banjir cukup dengan surat permohonan yang diketahui oleh kepala desa. Berikutnya, usulan tersebut langsung disampaikan ke dinas setempat.
"Setelah usulan itu, bronjong bisa langsung diambil. Silahkan langsung bawa mobil untuk mengangkutnya. Tidak susah, karena ini antisipasi bencana," sambung Eko.
Hingga kini baru Desa Selowogo,Kecamatan Bungata, yang sudah melampirkan usulan permohonan bronjong. Sesuai usulan, sebanyak 125 unit bronjong sudah diserahkan ke pihak Desa Selowogo untuk dipasang di tangkis sungai setempat yang jebol hingga memicu terjadinya banjir.
"Intinya, asalkan dilengkapi usulan dengan diketahui kepala desa, bronjong bisa diambil kapan saja. Kami tidak akan mempersulit. Tapi mudah-mudahan tidak sampai ada banjir," pungkas pria asal Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan itu.
Diberitakan sebelumnya, warga Desa Selowogo Kecamatan Bungatan, ramai-ramai turun ke sungai. Mereka menutup tangkis jebol yang memicu terjadinya banjir yang merendam rumah warga dan areal persawahan.
Warga khawatir debit air sungai naik lagi hingga bisa memicu banjir susulan. Apalagi saat ini hujan deras sering mengguyur wilayah tersebut. Bersama jajaran pemkab Situbondo, TNI, Polri dan Pramuka, warga memasang bronjong untuk menutup tangkis yang jebol.
(fat/fat)










































