Banjir Bojonegoro, DKP: Akibat Sempitnya Drainase

Banjir Bojonegoro, DKP: Akibat Sempitnya Drainase

Ainur Rofiq - detikNews
Sabtu, 05 Jan 2013 02:17 WIB
Banjir Bojonegoro, DKP: Akibat Sempitnya Drainase
Bojonegoro - Sempitnya drainase diakui Pemkab Bojonegoro sebagai sering terjadinya banjir di dalam kota. Sempitnya drainase membuat air memerlukan waktu lebih lama untuk mengalir ke saluran pembuangan.

"Banjir ini karena kapasitas drainase yang rancangannya hanya untuk mengatasi banjir dengan curah hujan dibawah 100 mm/jam, sehingga jika curah diatas itu (100 mm/jam) pasti akan terjadi penumpukan air untuk antre masuk ke drainase.” kata Nurul Azizah saat dikonfirmasi detiksurabaya.com melalui ponselnya, Sabtu (5/1/2013).

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bojonegoro itu mengakui, sebelum musim hujan datang, DKP Bojonegoro sudah melakukan tindakan nyata dengan mengeruk sampah dan kotoran yang berada di dalam saluran air perkotaan.

Rencannya di tahun 2013 nanti akan ada pembenahan dan perbaikan saluran air agar banjir tidak akan terjadi di dalam kota.

Banjir juga terjadi karena luapan Bengawan Solo yang cukup tinggi debet airnya. Meski wilayah Bojonegoro tidak diguyur hujan, banjir selalu terjadi karena adanya kiriman dari hulu, diantaranya dari Kabupaten Madiun, Ngawi dan sebagian wilayah Jawa Tengah.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, hujan pada Jumat (4/1/2013) sore hingga malam yang mengguyur wilayah Madiun, Ngawi dan Solo, termasuk Bojonegoro mengakibatkan ketinggian air di bantaran Bengawan Solo yang ada di Bojonegoro kembali naik.

Padahal saat ini masih Siaga 2, dengan ketinggian air pada level 14.43 peilschall. Hujan yang belum reda hingga Jumat malam pukul 21.00 WIBm di kabupaten Bojonegoro menyebabkan bebet air yang awalnya sempat turun kembali naik, meski naiknya sangat pelan.

(iwd/ze)
Berita Terkait