"Mereka pakai lift khusus pasien, padahal harus pakai lift untuk pengunjung berada di sebelah kanan," terang Mashudi staf bagian humas RSSA Malang saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Jumat (4/1/2013), sore.
Ia menerangkan, lift pasien memang dilarang untuk digunakan oleh pengunjung. Pihaknya juga sudah memasang tanda larangan sebagai pemberitahuan. "Sudah dipasang jika lift untuk pasien," terangnya.
Ia menambahkan, hasil keterangan petugas keamanan yang memberikan pertolongan diketahui, jika lift terisi lebih dari 10 orang dan diisi oleh pria dan wanita dewasa. "Saat dibuka dalam ruangan penuh sesak, mungkin menyebabkan lift tak berjalan," imbuhnya.
Mashudi mengungkapkan, sebuah speaker emergency untuk meminta pertolongan berada di dekat tombol lantai yang dituju. Pihaknya pun mempertanyakan mengapa para korban tak menggunakan itu. "Mengapa tidak berteriak disitu," tandasnya.
Ia juga memastikan kondisi pengguna lift yang terjebak tak bermasalah, hanya saja sedikit panik pasca 'terkunci' di dalam ruangan. "Kondisi semuanya baik-baik saja saat pertama kali dibuka satpam," tegas Mashudi.
Sementara itu Achmad Zakaria salah satu korban mengaku tidak mengetahui jika lift yang digunakan khusus untuk pasien. "Saya baru pertama kesitu (RSSA,red), jadi ya gak tahu," tukas Zakaria terpisah.
(bdh/bdh)











































