Kebakaran yang meludeskan 20 kios permanen dan 20 kios semi permanen ini berawal beberapa pedagang melihat percikan api dibarengi dengan suara ledakan berulang kali. Kepanikan pun tak terhindarkan.
"Yang saya tahu itu ada percikan api dari atap bangunan pedagang tahu yang kemudian disertai suara ledakan beberapa kali," kata Sulaiman, pedagang buah kepada wartawan di lokasi, Jumat (4/1/2013).
Pria paruh baya ini menambahkan, awal terlihatnya api terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, Kamis (3/1/2013) malam. "Saat melihat api makin besar, para pedagang langsung berhamburan menyelematkan barangnya masing-masing. Karena, para pedagang ketakutan barang yang ada di lapak ataupun kiosnya ikut terbakar," imbuhnya.
Beruntung, petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api 60 menit kemudian dengan mengerahkan 4 unit mobil pemadam yang berasal dari Surabaya dan Sidoarjo.
Usai api padam, entah warga ataupun pemilik kios langsung menyerbu puluhan kios yang sudah rata dengan tanah untuk mengambil sisa-sisa buah ataupun makanan ringan yang tidak terbakar.
"Ini-ini ada uangnya dan buahnya masih banyak. Cepat-cepat diambil," ujar salah seorang yang sibuk memilah barang di bawah tumpukan abu kebakaran.
Melihat aksi warga atau pedagang yang masuk ke dalam lokasi kebakaran membuat petugas kepolisian dari Polsek Taman langsung menghalau keluar dari lokasi meski sebelumnya sudah ada yang sempat melakukan penjarahan barang yang diduga milik pedagang.
Sementara, polisi tidak berani berandai-andai menetukan faktor penyebab kebakaran. "Kita masih belum tahu pasti penyebab kebakaran masih melakukan olah TKP," kata Kompol Fathoni, Kapolsek Taman.
(ze/ze)










































