“Pencarian dilanjutkan hari ini. Kami berkoordinasi dengan Camat dan Kades di sepanjang DAS Welang agar membantu pencarian dengan memberikan informasi,” kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, Kamis (3/1/2013).
Menurut Yudha, aktifitas warga di DAS Welang sangat padat. Camat dan Kades diharapkan bisa memberi informasi pada warganya tentang proses pencarian, sehingga jika sewaktu-waktu melihat korban bisa segera melapor.
“Aktifitas warga di DAS Welang ini sangat padat, sehingga hal itu sangat membantu,” imbuhnya.
Pencarian Ryan hari ini dikonsentrasikan dalam radius 2 - 3 Km dari lokasi bus jatuh. Tim yakin korban masih berada di sekitar lokasi tersebut karena kondisi sungai yang dipenuhi bebatuan besar.
“Meski demikian, tidak menutup kemungkinan pencarian akan diperluas karena tidak menutup kemungkinan korban sudah terbawa arus ke muara,” jelasnya.
Penyisiran yang dilakukan Tim SAR gabungan terhadap korban kecelakaan bus Tentrem yang hanyut sebelumnya membuahkan hasil. Satu dari dua korban hanyut berhasil ditemukan. Korban yang ditemukan sekitar 5 Km dari lokasi itu yakni Abdul Kholik, ayah Ryan.
Sebelumnya, sebuah bus Tentrem nopol N 7260 UG yang membawa 53 penumpang dari arah selatan (Malang - Surabaya,red) mengalami kecelakaan di Raya Purwodadi saat jalanan menurun.
Bus tiba-tiba selip dan oleng ke kiri dan masuk ke dalam sungai sedalam 7 meter. Sebelum masuk ke sungai bus sempat menabrak sepeda motor Supra X yang dikendarai sekeluarga terdiri dua anak dan kedua orangtuanya.
Dua dari empat pengendara sepeda motor hanyut terbawa arus sungai deras. Akibat kecelakaan ini, seluruh penumpang mengalami luka termasuk dua pengendara korban.
(iwd/iwd)










































