"Ada 5 yang kritis," ujar Heru Cahyono, petugas medis IRD RSSA Malang ditemui detiksurabaya.com di lokasi.
Ke-5 korban adalah Kasmin Maulana warga Jalan Maninjau Dalam Kelurahan Sawojajar Kota Malang, Zaskia warga Jalan Klampok Kasri Kecamatan Klojen, Kota Malang, Triastuti warga Desa Pesantren, Porong, Sidoarjo, Susiati warga Sumberpucung Kabupaten Malang dan Rahmat warga Desa Genitri Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
"Susiati persiapan akan operasi. Sekarang berada di ruang observasi," sambung Heru.
Heru mengungkapkan, ke-5 pasien mayoritas mengalami luka cedera di kepala hingga tak bisa mengingat kejadian yang dialami. "Pertama datang masih sadar," ujarnya singkat.
Sementara Kepala IRD RSSA Malang Ari Prasetyajati, mengaku dari seluruh pasien rujukan korban kecelakaan Bus Tentrem sudah banyak menjalani rawat jalan.
"Sudah banyak yang pulang, kalau ingin rinci, minta datanya ke dalam," sebut Ari seraya menunjuk ruang perawatan intensif. Ari juga membenarkan, ada satu pasien yang harus menjalani operasi akibat luka yang diderita. Namun kapan operasi itu dilakukan masih menunggu proses observasi selesai.
"Tunggu observasi dulu, kapan operasinya saya tidak tahu," tandasnya. Data IRD RSSA Malang hanya 8 korban bus Tentrem dirujuk ke rumah sakit milik Pemprov Jatim ini.
(fat/fat)










































