"Jalannya licin dan menurun, jadi bus selip. Saat kejadian hujan deras. Pengendara dari Malang diharapkan hati-hati," kata Kanit Patroli Polres Pasuruan Aiptu I Gede Sukana, Senin (31/12/2012) sore.
Bus berpenumpang 25 orang tersebut, lanjut Sukana, sebelumnya saling kejar-kejaran dengan bus lainnya. Saat akan menghindari motor di depannya, tiba-tiba mengalami selip.
Sopir bus, M Umar (30) warga Singosari, Malang terpaksa membanting stir ke kiri. Bus terjun bebas ke sungai setelah menabrak sebuah motor.
"Sopir mengaku memilih banting stir ke kiri karena lebih aman. Kalau ke kanan bisa terlibat tabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan," jelas Sukana.
Saat ini sopir bus yang selamat diamankan polisi. Kepada polisi, ia mengaku menggeber kendaraannya dengan kecepatan 70 km/jam, dalam kondisi jalanan licin dan menurun tersebut.
Data sementara dari pihak kepolisian, tidak ada korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. 9 Orang terluka, satu diantaranya kritis. Semua korban luka sudah dibawa ke rumah sakit di Malang.
"Tidak ada yang MD (meninggal dunia)," pungkas Sukana.
Saat ini, bangkai bus yang terbalik di dalam sungai belum dievakuasi. Keberadaan bangkai bus dalam sungai tersebut menyita perhatian warga untuk mengabadikannya dengan kamera.
(fat/fat)











































