Angka kematian tersebut didominasi pengendara sepeda motor dan penjalan kaki sebanyak 75 persen. Sedangkan 25 persen selebihnya korban meninggal dunia (MD) akibat laka adalah pengendara roda empat.
"Untuk korban meninggal tahun 2012 itu menurun dibanding data tahun 2011 lalu yang mencapai 97 korban MD. Tetapi, untuk jumlah kasus laka tahun 2012 ini meningkat dibanding 2011. Tahun lalu jumlah laka sebanyak 422 kasus, sedangkan tahun 2012 ini mencapai 493 kasus," kata Kanit Laka Satlantas Polres Situbondo, Iptu Bahtiar, Minggu (30/12/2012).
Dari data di Satuan Lantas Polres Situbondo menyebutkan, jumlah kasus kecelakaan jalur pantura Situbondo tahun 2012 ini cukup tinggi, yakni 493 kasus. Dari angka tersebut, sebanyak 79 korban meninggal dunia, sejumlah 451 korban mengalami luka berat, dan 487 korban luka ringan. Sementara kerugian materi akibat banyaknya kecelakaan itu mencapai Rp 1,743 miliar.
Ada beberapa ruas jalan raya pantura Situbondo yang terbilang cukup banyak menelan korban jiwa. Salah satunya, di sepanjang jalan raya Hutan Baluran, Kecamatan Banyuputih.
Selain kondisi jalannya banyak menanjak-menurun, di sepanjang jalan raya Hutan Baluran juga banyak terdapat tikungan. Ironisnya, di sepanjang jalan tersebut minim dengan rambu-rambu lalu lintas dan penerangan jalan.
Konon, pihak terkait sudah beberapa kali memasang rambu-rambu lalu lintas di sepanjang jalan raya Hutan Baluran. Namun, banyak yang hilang lantaran dicuri orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
(fat/fat)










































