Tubuh bapak satu anak ini tersungkur di persawahan Desa Jajar, Kecamatan Talun dengan luka menyamping di dada kanan. Sementara peluru sendiri bersarang di jantungnya.
kejadian ini berawal saat Kiki berangkat berburu burung bersama seorang rekanya, Handi Singgih (23). Di tengah perjalanan berburu, korban terjatuh dari atas irigasi sawah. Saat terjatuh, senapan anginya yang dibawa Kiki terlepas. Senapan itu diudga menyalah dan mengenai dada kananya.
"Saya berjarak sekitar 200 meter, kemudian dengar Kiki minta tolong. Saat saya datang, Kiki sudah dalam tengkurap," terang Singgih, kepada detiksurabaya.com saat diperiksa di Mapolsek Talun, Kamis (27/12/2012).
Jenasah Kiki kemudian dibawa di RS Ngudi Waluyo, Wlingi, untuk mengeluarkan peluru yang bersarang. Peluru kaliber .45 untuk berburu burung ini berhasi dikeluarkan dari jantung korban.
"Setelah diotopsi, ternyata peluru mengenai dada kanan menyamping hingga bersarang di bagian jantungnya,"jelas AKP Harry Mujiarso, yang dikonfirmasi detiksurabaya.com secara terpisah.
Kapolsek Talun ini menambahkan, peluru yang diduga mengenai jantungnya ini yang menyebabkan korban meregang nyawa.
"Kena jantung inilah yang menyebabkan korban tewas," tambah Harry.
Usai menjalani otopsi, jenasah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Atas kasus ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, serta mengamankan peluru dan senapan angin sebagai barang bukti. Kasus ini, dalam penanganan aparat kepolsian resort Blitar sepenuhnya.
(iwd/iwd)










































