"Siang ini akan kita pulangkan," kata Kapolres Sidoarjo AKBP Marjuki saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (26/12/2012).
Marjuki menerangkan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan tim gabungan dari Polres Sidoarjo dan Densus 88 AntiTeror, kedua pemuda asal Kalidawir dan Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, tidak ditemukan barang bukti yang mengarah keterlibatan aksi terorisme.
"Belum ditemukan barang bukti yang mengindikasikan mereka terlibat terorisme," tuturnya.
Mantan Kapolres Jombang ini mengatakan, demikian pula dari hasil penggeledahan di rumah kedua pemuda itu, juga tidak ditemukan barang bukti yang mencurigakan.
"Nggak ada. Kalau di rumah, mereka tidurnya kadang di kamar kadang di ruang tamu, nggak mesti," terangnya.
Meski akan dipulangkan ke tempat tinggalnya masing-masing, polisi tetap akan memantau perkembangan di lapangan. "Sekarang masih proses. Nanti siang sudah bisa dipulangkan," jelasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, AA dan MHF diamankan polisi karena mengikuti misa natal di Gereja Santo Paulus, Semambung, Gedangan pada Pukul 09.15 Wib, Selasa (25/12/2012). Kedua pemuda itu mengaku hanya mencari angpao dari umat kristiani yang merayakan natal.
Bahkan, dua pemuda muslim itu saat tertangkap basah duduk diantara jemaat di tenda luar gereja, kepada petugas keamanan gereja mengaku ingin pindah agama. Akibat perbuatannya yang dinilai mencurigakan itu, AA dan MHF diperiksa di Mapolres Sidoarjo.
(roi/gik)










































