Selain karena ketiga pelaku masih di bawah umur, penarikan kasus itu juga untuk menjaga kondusivitas wilayah hukum Suboh. Diantaranya, karena ketiga ABG yang berstatus pelajar MTs dan santri di Suboh itu hasil penyerahan warga ke polisi.
"Jadi kami merasa perlu mengambil alih perkaranya demi menjaga kondusivitas wilayah. Selain itu, karena ketiga pelaku juga masih di bawah umur, dalam penyidikannya nanti akan didampingi Bapas Jember. Kami masih koordinasi," kata Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP H Sunarto saat dihubungi via ponselnya, Selasa (25/12/2012).
Keterangan yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, ketiga ABG itu nekat melakukan pencurian lantaran kebelet ingin menonton taman hiburan rakyat (THR) di lapangan Suboh.
Ketiganya membobol sebuah toko kelontong milik Kholiq (47), warga Desa Jetis, Kecamatan Besuki, di Pasar Tradisional Kecamatan Suboh, Senin (24/12/2012) dini hari. Modus pencurian ketiga ABG itu juga cukup kawakan, yakni dengan cara membobol genteng di bagian atap toko.
Ketiga ABG yang masih mengenakan sarung itu lalu membagi peran, dua ABG berinisial MH (15) dan SN (14) bertugas menyusup masuk ke dalam toko. Sedangkan satu ABG lagi, LG (14) bertugas di luar toko untuk mengawasi keadaan. Agar tak ketahuan, sebelum melancarkan aksinya para ABG ini sempat mematikan lampu di lorong pasar. Padamnya lampu justru mengundang kecurigaan Sucipto, si penjaga pasar setempat, hingga melakukan penyisiran bersama warga lain.
Dari situlah ketiga ABG tertangkap sebelum sempat membawa kabur hasil curian. Saat ditangkap, ketiganya nyaris dihakimi warga. Beruntung, polisi segera datang dan mengamankan ketiga ABG itu ke Mapolsek Suboh. Dari tangan ketiga pelaku, polisi menyita 5 slop rokok, 1 slop kopi bubuk, 2 deterjen, 7 renteng obat nyamuk lotion, sejumlah mie, sabun mandi, dan lainnya, sebagai barang bukti hasil curian.
Di depan polisi, ketiga ABG itu mengaku nekat mencuri karena tidak punya uang untuk menonton THR di lapangan Suboh. Mereka mengaku keluar dari ponpes tempatnya menimba ilmu selepas salat Isyak. Mereka lalu merancang aksi pembobolan toko di Pasar Tradisional Kecamatan Suboh.
"Kami ingin nonton THR tapi tidak punya uang. Sumpah, baru sekarang ini kami berbuat begini," rengek LG, yang dibenarkan kedua rekannya.
(fat/fat)











































