Di desa yang dikenal sebagai desa dengan keragaman agama diharapkan bisa menikmati misa natal dengan rasa aman. Selama ini warga desa terdiri dari umat nasrani, Islam dan Hindu.
Polisi yang berjaga-jaga memeriksa setiap barang bawaan para jemaat. Dibantu petugas dari gereja, petugas kepolisian memeriksa barang di pintu masuk gereja.
Menurut Kapolres Lamongan, AKBP Marsudianto, demi rasa aman selama melaksanakan misa natal pihaknya menerjunkan sebanyak 240 petugas kepolisian disebar selama perayaan natal berlangsung, termasuk di Desa Balun.
"Ini untuk menjamin agar umat kristiano bisa merayakan natal dengan tanpa khawatir," katanya kepada wartawan, Selasa (25/12/2012).
Seperti diketahui, di desa ini semua tempat ibadah dibangun secara berdampingan dengan hanya dipisahkan jalan desa, lapangan desa dan makam. Meski beragam, tidak pernah terjadi gesekan antar umat beragama karena tenggang rasa yang tinggi diantara warganya. Potret kerukunan ini juga tampak saat warga desa lain yang sedang merayakan hari-hari besar keagamaan lain.
(/)










































