Sekitar 60 hektar area pertanian dan jalan-jalan desa terendam air dalam peristiwa ini. Warga yang akan beraktifitas pun harus melintasi genangan air sekitar 30 cm.
Air bah yang meluber sejak pagi itu diperkirakan karena luapan avur (saluran pengairan pertanian) yang tidak mampu menampung curah hujan yang tinggi.
Di Kecamatan Meraurak, beberapa desa yang menjadi korban banjir antara lain Desa Kapu dan Desa Gemulung. Sedang di Kecamatan Montong, banjir melanda Desa Pucangan, Desa Montong sekar dan sekitarnya.
"Banjir di jalan-jalan mungkin tidak lama. Tapi, yang kita khawatirkan adalah genangan air di area pertanian. Kalau satu minggu gak surut, bibit padi yang sedang ditanam bisa membusuk," ujar Kartimo (49), petani asal Desa Kapu Kecamatan Merakurak.
Diketahui, sejumlah saluran irigasi selama ini mulai mendangkal. Akibatnya, arus air menjadi terkendala saat volumenya tinggi. Bahkan, sejumlah saluran air di Tuban sudah tidak berfungsi layak karena telah didirikan banyak rumah. Alhasil, setiap kali ada hujan deras dalam waktu yang cukup lama, air selalu meluber dan mengakibatkan banjir.
(fat/fat)











































