Kronologi Tabrakan Maut Lumajang Versi Polisi

Kronologi Tabrakan Maut Lumajang Versi Polisi

Rois Jajeli - detikNews
Minggu, 23 Des 2012 22:39 WIB
Lumajang - Tabrakan maut yang menewaskan 3 orang penumpang Toyota Avanza di Ranuyoso diduga karena pengemudi bus Restu yang ugal-ugalan. Sebelum tabrakan terjadi, bus sempat menyalip mobil Suzuki APV yang juga rombongan kendaraan dari Bali. Berikut ini kronologi kecelakaan versi polisi.

"Semua kendaraan dari arah yang sama," kata Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Roni Edi Yusuf saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (23/12/2012).

Bus Restu menyalip iring-iringan rombongan dari Bali yang hendak beribadah di pura di sekitar Gunung Bromo dan Pura Mandhara Giri Semeru Agung di Kecamatan Senduro. Roni mengatakan, bus menyalip terlebih dahulu Suzuki APV yang berada di posisi belakang mobil rombongan.

Kemudian bus hendak menyalip lagi mobil Toyota Avanza. Namun, belum sempat menyalip, dari arah berlawanan melintas truk tronton. Bus pun berusaha menghindari tabrakan dengan tronton dan membanting stir ke kiri, padahal posisi Avanza masih ada di sisi kiri bus. Tabrakan dengan Avanza pun tak terhindarkan.

Usai ditabrak bus Restu, Avanza pun juga menabrak bagian belakang Daihatsu Taruna. Mobil APV yang berada di belakang bus juga tidak sempat mengerem, hingga menabrak bagian belakang bus.

Kecelakaan maut itu merenggut 3 nyawa dari penumpang Avanza. Beberapa penumpang dari ketiga mobil rombongan dan bus Restu juga mengalami luka ringan dan berat.

"Satu orang meninggal di lokasi kejadian dan 2 lainnya meninggal di rumah sakit. Semua korban meninggal dunia penumpang Avanza," tutur Roni.

Sempat beredar kabar bahwa kecelakaan disebabkan bus Restu mengalami rem blong. Namun, kabar tersebut dibantah Robi.

"Sopir busnya yang ngawur. Tahu kondisinya nggak nutut (tidak memungkinkan menyalip), masih tetap saja memaksa," terang Roni.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, pengemudi bus Restu saat ini diamankan di Satlantas Polres Lumajang.

"Kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi-saksi lainnya," pungkas Roni.

(roi/iwd)
Berita Terkait