10 Bocah TK Keracunan Usai Konsumsi Menu Sehat di Sekolah

10 Bocah TK Keracunan Usai Konsumsi Menu Sehat di Sekolah

Ghazali Dasuqi - detikNews
Jumat, 21 Des 2012 15:58 WIB
10 Bocah TK Keracunan Usai Konsumsi Menu Sehat di Sekolah
Situbondo - Sebanyak 10 bocah TK PGRI III Kecamatan Panji, Situbondo mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan sehat yang disajikan oleh sekolahnya. Dari 10 korban, 8 bocah harus dilarikan ke IGD RSU dr Abdoer Rahem, Jumat (21/12/2012).

Para bocah itu mengalami keluhan serupa, yakni kepala pusing, perut mual, hingga muntah-muntah. Gejala keracunan itu dirasakan bocah TK setelah pulang dari sekolah.

"Waktu baru makan tidak ada masalah. Anak saya ini mengalami pusing dan muntah-muntah saat bermain sepulang dari sekolah. Saya kira sakit biasa, ternyata banyak teman sekolahnya yang mengalami hal sama," kata Sofiatun (38), orang tua Arfin (5), salah satu siswa TK keracunan.

Bahkan, bocah yang mengalami keracunan itu diperkirakan masih akan bertambah. Sebab, selain 8 bocah yang sudah dilarikan ke RSU dr Abdoer Rahem Situbondo, konon masih ada beberapa bocah lain yang mengalami gejala yang sama. Namun, mereka dilarikan ke rumah-rumah bidan atau perawat yang terdekat dengan rumahnya. Di antaranya, bocah kembar bernama Bintang dan Billy.

"Setahu saya semua murid di TK tadi makan makanan sehat semua. Jumlah muridnya dari nol kecil dan nol besar itu sekitar 30-an orang," timpal Inayatul Rohimah, wali murid lainnya asal Desa Tokelan, Kecamatan Panji.

Keterangan yang dihimpun detikSurabaya.com, makanan sehat selama ini rutin disajikan pihak TK PGRI III kepada seluruh muridnya setiap bulan satu kali. Menu makanan yang disajikan beraneka ragam.

Kebetulan, Jumat (21/12/2012) tadi, menu makanan sehat yang disuguhkan pihak sekolah berupa mie pangsit lengkap dengan telur rebus dan ayam goreng. Saat dikonsumsi, konon tidak ada rasa mencurigakan dari menu masakan tersebut. Gejala keracunan itu baru dirasakan sekitar 2 - 3 jam kemudian, saat semua murid sudah pulang sekolah.

"Yang masak saya tidak tahu, tapi kemungkinan besar gurunya. Ini saya barusan dari rumah kepala sekolahnya, tapi kosong. Nomor HP-nya juga tidak bisa dihubungi," tukas Pipin, kerabat Almaki (5), bocah keracunan lainnya.

Sementara dokter jaga IGD RSU dr Abdoer Rahem Situbondo, dr Qomaria memastikan jika para bocah yang menjalani perawatan itu diduga kuat mengalami keracunan. Mereka mengaku pusing, mual, dan muntah, setelah mengonsumsi menu masakan mie yang disajikan oleh sekolahnya.

Beruntung, para bocah keracunan itu segera mendapatkan penanganan hingga bisa langsung tertolong. Meski demikian sejumlah bocah terpaksa harus menjalani rawat inap karena kondisinya cukup parah.

"Bahaya keracunan begini bisa menyebabkan dehidrasi pada penderitanya. Karena perut penderita jadi nyeri dan mual hingga sering muntah. Jika tidak segera tertangani bisa shock, bahkan bisa juga menyebabkan kematian," tandas dr Qomaria.

(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini