"Kita memang sengaja melakukan penyisiran agar penyalahgunaan tempat wisata untuk perbuatan asusila dapat dicegah," kata Daryono, Kasi Ketenteraman dan Ketertiban Satpol PP Pacitan kepada detiksurabaya.com disela razia di Pantai Pancer.
Pantauan detiksurabaya.com, operasi melibatkan 8 orang personel. Seluruhnya mengenakan pakaian seragam lengkap. Setibanya di lokasi, mereka langsung disebar ke arah barat. Semua berada dibawah komando Daryono.
Sepanjang rute yang dilalui sepanjang lebih dari 2 kilometer, tak seorang pun didapati berada di hamparan pasir.Cuaca mendung dan hujan rintik diduga menjadi penyebab sepinya obyek wisata pantai tersebut. Tak puas, sebagian personel menyelinap ke balik pepohonan cemara di pinggir pantai.
Lagi-lagi, mereka tak mendapati pasangan mesum. Justru di tempat itu, anggota bernama Saryono menemukan kondom dan bekas obat kuat.
"Saya temukan tersangkut di pohon," kata Saryono sambil menunjukkan temuannya.
Dugaan maraknya tindakan mesum oleh muda-mudi di Pantai Pancer belakangan menjadi perbincangan hangat. Terlebih, obyek wisata yang berada di ujung timur Teluk Pacitan itu relatif sepi dan jauh dari pemukiman.
Daryono berharap kerjasama dengan masyarakat setempat untuk mengatasi fenomena seks bebas tersebut. Warga dimita pro aktif mengingatkan pelaku atau melaporkan kepada aparat jika mendapati tindakan asusila dimaksud.
"Ini bukan semata-mata tanggung jawab aparat namun juga warga masyarakat," katanya sebelum meninggalkan lokasi.
(/)










































