Ketua PCNU Kota Mojokerto KH M Ishak mengatakan, sebagai bentuk toleransi kerukunan antar umat beragama, pihaknya akan menerjunkan Banser untuk mengamankan perayaan Natal umat Kristiani agar kondusifitas tetap terjaga.
"GP Anshor akan berjaga mengamankan Natal. Para komandan Banser diharapkan berkoordinasi dengan kepolisian karena Banser yang diterjunkan berada dalam kendali polres," kata M Ishak saat dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (21/12/2012).
Mengenai teknis penempatan anggotanya, para komandan Banser diharapkan berkoordinasi dengan kepolisian. Demikian pula yang disebar di kecamatan-kecamatan, Banser yang bertugas, diharapkan berkoordinasi dengan polsek setempat.
Ishak menuturkan penjagaan dilakukan agar umat Kristiani bisa khusuk, aman dan damai dalam beribadah. Pihaknya tak menginginkan tragedi bom natal tahun 2000 lalu terulang. "Semoga baik-baik saja. Tak ada teror apapun," ujarnya.
Malam Misa Natal tahun 2000 silam, Riyanto, seorang anggota Banser gugur saat bertugas menjaga Gereja Eben Haezer kota Mojokerto. Saat itu Riyanto ditugaskan GP Ansor untuk mengamankan perayaan malam Misa Natal.
Korban saat itu memeriksa bungkusan plastik di depan gereja. Setelah memeriksa dan melihat isi bungkusan, dia segera berteriak dan bungkusan tersebut meledak. Tubuh pria asal Kelurahan Prajuritkulon ini hancur akibat ledakan.
(fat/fat)










































