Puluhan Bebek di Malang Mati Diduga Juga Terserang Flu Burung

Puluhan Bebek di Malang Mati Diduga Juga Terserang Flu Burung

M. Aminuddin - detikNews
Kamis, 20 Des 2012 13:51 WIB
Malang - Selain Lamongan dan Blitar, puluhan bebek milik peternak di wilayah Kabupaten Malang mendadak mati dengan ciri-ciri mirip terserang virus H5N1 atau biasa disebut flu burung.

Tercatat 60 bebek berasal dari kandang peternak di Desa Mangliawa Kecamatan Pakis dan 30 itik dari Desa Mangunrejo Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

"Ada puluhan mencapai 90 ekor dari Pakis dan Kepanjen," kata Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang Sujono dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kamis (20/12/2012).

Menurut Sujono, pihaknya sudah mengirim sampel kematian bebek di dua kecamatan yang diduga meninggal karena flu burung itu ke Laboratorium UPT Balai Kesehatan Hewan Propinsi Jawa Timur.

"Hasilnya masih besok, karena baru dikirim. Tujuan kita untuk memastikan apakah terserang flu burung," tuturnya.

Sujono mengungkapkan, sesuai cirinya kematian puluhan bebek itu sangat mirip dengan kondisi ternak yang terserang virus H5N1, dengan mulut berlendir dan selaput mata putih. "Kondisi kesehatan ternak melemah," ungkap dia.

Ia membeberkan, bebek di Desa Mangliawan itu ada yang meninggal 20 ekor per hari, sedangkan yang di Desa Mangunrejo, meninggal 10 ekor per harinya. "Kita terus mencari informasi bebek yang mati di wilayah lain," beber dia.

Dirinya menyebut, populasi bebek hanya mencapai 166.000 ekor per tahunnya yang tersebar di sejumlah kecamatan. Seperti Pakisaji, Turen, Kepanjen, Pakis, serta wilayah lainnya.

Dengan adanya kejadian ini, lanjut dia, pihaknya berharap peternak untuk makin memperhatikan kebersihan kandangnya. Apalagi vaksin untuk flu burung untuk bebek belum ada.

"Virus sudah mengalami mutasi sehingga vaksinnya berbeda dengan yang sebelumnya. Sayangnya, vaksin itu juga belum ada," tegas Sujono.

Untuk sementara Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang menyediakan disinfektan untuk diberikan kepada peternak.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini