Selain itu, gubernur juga mendesak Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), untuk segera menetapkan Universitas Airlangga (Unair ) sebagai pusat Research and Development (R&D).
Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, penyakit pun bisa sekolah dan pintar. Mutasi penyakit itu terjadi, karena adanya perubahan iklim. "Dulu nggak ada tomcat, kan tomcat ada di sawah. Setelah sawahnya habis, ya pergi ke rumah," katanya kepada wartawan di gedung negara Grahadi, Jl Gubernur Suryo, Surabaya, Rabu (19/12/2012).
Dengan perkembangan terkini, gubernur meminta Menteri Riset dan Teknologi, untuk segera menetapkan Unair sebagai pusat riset nasional tentang berbagai penyakit tropis.
"Sekarang yang harus dipercepat adala Research and Development (R&D), riset dan pengembangan. Termasuk lembaga riset yang lain untuk OPT (organisme pengganggu tanaman)," ujarnya.
"Itu harus diriset, tidak bisa hanya dilihat terus diobong-obongi (dibakar) dengan kemenyan," tambahnya.
Ditanya soal ganti rugi ke peternak akibat hewan ternaknya mati terkena flu burung, Gubernur Jatim yang biasa disapa Pakde Karwo ini meminta jangan menyamakan seperti jual beli.
"Sudah ada URC 267 ditambah 3 koordinatornya turun ke lapangan," jelasnya.
(roi/fat)










































