Flu Burung Rambah Jatim, Gubernur Desak Unair Jadi Pusat Riset

Flu Burung Rambah Jatim, Gubernur Desak Unair Jadi Pusat Riset

Rois Jajeli - detikNews
Rabu, 19 Des 2012 18:44 WIB
Flu Burung Rambah Jatim, Gubernur Desak Unair Jadi Pusat Riset
Surabaya - Wabah Flu Burung kembali merambah di Jawa Timur. Beberapa daerah seperti di 3 kecamatan di Lamongan, banyak itik yang terserang flu burung. Untuk menghadapi masalah di beberapa daerah di Jatim, diterjunkan 267 petugas unit reaksi cepat (URC) penanganan flu burung Dinas Peternakan.

Selain itu, gubernur juga mendesak Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), untuk segera menetapkan Universitas Airlangga (Unair ) sebagai pusat Research and Development (R&D).

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, penyakit pun bisa sekolah dan pintar. Mutasi penyakit itu terjadi, karena adanya perubahan iklim. "Dulu nggak ada tomcat, kan tomcat ada di sawah. Setelah sawahnya habis, ya pergi ke rumah," katanya kepada wartawan di gedung negara Grahadi, Jl Gubernur Suryo, Surabaya, Rabu (19/12/2012).

Dengan perkembangan terkini, gubernur meminta Menteri Riset dan Teknologi, untuk segera menetapkan Unair sebagai pusat riset nasional tentang berbagai penyakit tropis.

"Sekarang yang harus dipercepat adala Research and Development (R&D), riset dan pengembangan. Termasuk lembaga riset yang lain untuk OPT (organisme pengganggu tanaman)," ujarnya.

"Itu harus diriset, tidak bisa hanya dilihat terus diobong-obongi (dibakar) dengan kemenyan," tambahnya.

Ditanya soal ganti rugi ke peternak akibat hewan ternaknya mati terkena flu burung, Gubernur Jatim yang biasa disapa Pakde Karwo ini meminta jangan menyamakan seperti jual beli.

"Sudah ada URC 267 ditambah 3 koordinatornya turun ke lapangan," jelasnya.

(roi/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini