Pembunuh Mahasiswi Situbondo Nyaris Dikeroyok Keluarga Korban

Pembunuh Mahasiswi Situbondo Nyaris Dikeroyok Keluarga Korban

Ghazali Dasuqi - detikNews
Rabu, 19 Des 2012 14:23 WIB
Pembunuh Mahasiswi Situbondo Nyaris Dikeroyok Keluarga Korban
Situbondo - Sidang kasus pembunuhan seorang mahasiswi di Situbondo sempat diwarnai keributan, Rabu (19/12/2012). Puluhan keluarga korban, Azizatul Sakdiyah (22), asal Sumberwringin, Bondowoso, sempat mengejar-ngejar terdakwa Fathorrosi (22), di Pengadilan Negeri (PN) Situbondo.

Beruntung, polisi dan petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo cukup sigap mengamankan terdakwa yang juga mahasiswa PTS di Situbondo asal Kecamatan Asembagus.

"Oh ini orangnya yang bunuh keponakan saya. Orangnya kecil tapi perbuatannya keji. Minggir, minggir, pak," kata seorang kerabat korban sembari berusaha mendekati terdakwa yang digiring petugas.

Pantauan detiksurabaya.com, puluhan keluarga mahasiswi korban pembunuhan mendatangi PN Situbondo menggunakan 4 mobil bak terbuka dan mobil pribadi. Selama di PN Situbondo, mereka beberapa kali sempat berusaha mengeroyok terdakwa Fathorrosi. Di antaranya, saat terdakwa diturunkan dari mobil tahanan di halaman belakang PN Situbondo. Sejumlah keluarga korban langsung berusaha mendekat dan mengejar terdakwa. Tahu begitu, petugas langsung mengamankan terdakwa di ruang tahanan PN Situbondo.

Tak cukup sampai di situ, saat sidang hendak dimulai sejumlah kerabat korban juga langsung berkerumun di depan ruang sidang. Apalagi kalau bukan untuk menunggu terdakwa lewat. Namun keinginan keluarga korban berhasil dihalangi aparat kepolisian bersenjata laras panjang yang mengawal terdakwa masuk ruang sidang.

Terakhir, saat persidangan yang dipimpin Dewi Ismiyani dinyatakan ditutup. Saat itu sejumlah keluarga korban kembali berusaha mengejar terdakwa. Namun, usaha kali ini gagal lagi karena petugas cukup cepat membawa lari terdakwa masuk mobil tahanan dan mengevakuasinya ke Rutan Situbondo. Merasa gagal menghakimi terdakwa, sejumlah keluarga korban melampiaskan emosinya dengan cara mengumpat dan mencaci maki terdakwa.

"Sidang berikutnya kita akan membawa keluarga lebih banyak lagi. Pembunuh seperti dia harus dihukum mati karena sangat keji, jangan hanya dipenjara," teriak seorang kerabat korban.

Sidang kasus pembunuhan Azizatul Sa'diyah oleh terdakwa Fathorrosi yang tak lain pacarnya sendiri berlangsung cukup cepat, hanya sekitar 15 menit. Sidang mengagendakan pembacaan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Asih SH atas eksepsi kuasa hukum terdakwa, Supriyono. Sidang akan dilanjutkan Kamis (27/12/2012) pekan depan, dengan agenda putusan sela majelis hakim.

"Jangan coba-coba menghakimi klien saya, urusannya akan panjang karena pasti akan saya proses hukum juga," tegas Supriyono usai persidangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi PTS di Situbondo dinyatakan hilang ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Mayat Azizatul Sakdiyah (22) tergeletak tanpa identitas di sebuah warung dekat pantai tepi jalur Pantura Situbondo, awal Agustus 2012 lalu. Sejumlah barang bawaan korban diduga raib, antara lain sepeda motor Suzuki Smash, dua buah HP dan sejumlah uang tunai.

Identitas korban baru terkuak, setelah keluarganya mengecek foto korban dan semua pakaian dan barang bawaan korban yang diamankan polisi dari lokasi kejadian. Sebab, jenazah korban sendiri sudah dikubur seminggu setelah ditemukan, karena tidak ada warga yang mengenali.

(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini