Massa tidak bisa mendekati lokasi rekapitulasi karena mendapat penjagaan ketat polisi. Rekapitulasi dilakukan di Pendopo Wakil Bupati Bangkalan di Jalan Veteran. Dalam aksinya, massa meminta agar Pilkada Bangkalan diulang dan rekapitulasi dihentikan.
"Kami meminta diadakan pemilihan ulang dan kembalikan calon yang terdzolimi," ujar salah satu orator dalam orasi melalui pengeras suara, Senin (17/12/2012).
Orator itu berteriak, usai Pilkada Bangkalan tanggal 12-12-2012, demokrasi di Bangkalan telah mati suri. Pilkada hanyalah formalitas belaka untuk calon lain mendapat kekuasaan.
Massa juga menyayangkan kinerja panwascab Bangkalan yang terkesan lemah, duduk manis dan hanya makan gaji buta. Panwasacab tidak mau bertanggung jawab terkait adanya indikasi, konspirasi dan money politic yang dilakukan panitia penyelenggara pemilukada
"Panwaslu harus lebih trengginas dan harus memecat komisioner KPUD yang menjadi penyebab matinya demokrasi di Bangkalan," tambah orator.
Dalam aksinya, massa melakukan sholat jenazah. Massa juga membawa keranda bertuliskan 'Pilkada Bangkalan ajang bancaan Komisioner KPUD dan Panwas'. Berbagai poster juga dibawa pendemo.
Antara lain bertuliskan: "Pemilukada Bangkalan teraneh sedunia. Segera adakan pemilukada ulang, hentikan penghitungan suara sekarang juga".
(iwd/fat)










































