Petugas yang ditarik secara bertahap ini mayoritas berasal dari kesatuan luar Jawa Timur. Menurut Kapolres Bangkalan, AKBP Endar Prihantoro, penarikan pasukan mulai dilakukan sejak kotak suara mulai dikembalikan ke tingkat kelurahan.
"990 Pasukan sudah pulang setelah proses rekapitulasi di tingkat TPS selesai atau kotak suara dikumpulkan di kelurahan," katanya saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (16/12/2012).
Endar menambahkan, ratusan personel Brimob yang berasal dari Kelapa Dua Jakarta dijadwalkan sore ini juga akan ditarik dari Bangkalan. "Sore ini, 500 Brimob dari Kelapa Dua Jakarta dan Bogor juga akan pulang. Intinya secara bertahap," imbuhnya.
Sebelumnya, sebanyak 3.600 polisi dan 300 personel dari TNI diterjunkan dari Polda Jatim dan Jawa Tengah maupun dari Kelapa Dua, Jakarta. Penambahan pasukan pengamanan gabungan ini disebabkan tidak kondusifnya situasi Bangkalan pasca pencoretan pasangan nomer 1 KH Imam Buchori-HR Zainal Alim (Imam-Zain) oleh KPUD setelah keluarnya putusan dari PTUN.
Puncaknya, terjadi hari Senin (10/12) massa pendukung Imam-Zain yang emosi dan kecewa menduduki kantor KPUD dan berusaha menghalangi proses pendistribusian logistik pilkada. Kerusuhan tak terelakkan setelah massa sempat melakukan pelemparan batu, molotov dan bungkusan bensin.
Polisi juga sempat mengamankan 10 orang yang diduga pelaku kerusuhan, namun polisi melepaskan mereka karena alat buktinya tidak cukup, pada Selasa (11/12) sore.
(ze/fat)










































