Anggota TNI AL Gadungan Dibekuk

Anggota TNI AL Gadungan Dibekuk

Yosibio - detikNews
Jumat, 14 Des 2012 14:36 WIB
Anggota TNI AL Gadungan Dibekuk
Blitar - Seorang pria yang mengaku anggota TNI AL dengan pangkat Kopda Amo, Yadi alias Suyadin (40) dibekuk petugas Reskrim Polresta Blitar di wilayah Tulungagung, Jumat (14/12/2012).

Anggota TNI AL gadungan ini juga diduga terlibat sejumlah aksi pencurian dan penipuan. Penangkapan warga Dungus, Kediri ini berlangsung penuh ketegangan, karena pelaku sempat memberikan perlawanan dan terlibat duel dengan polisi serta sejumlah warga di sekitar lokasi penangkapan.

Pelaku akhirnya harus dilarikan ke RSD Mardi Waluyo Kota Blitar, untuk mendapat perawatan medis karena masih belum sadarkan diri. Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, pelaku telah lama dibuntuti anggota Reskrim Polresta Blitar.

Berdasarkan sejumlah laporan korbanya, pelaku yang selalu mengenakan seragam TNI lengkap dalam aksinya, membawa kabur 2 unit sepeda motor Honda Beat dan Yamaha Mio J di wilayah Kota Blitar, sepekan terakhir.

Petugas Reskrim Polresta Blitar, yang telah lama mengintai, akhirnya menemukan saat yang tepat, membekuk pelaku yang sedang lengah.

"Petugas kami memang telah lama membuti pelaku ini, dan dini hari tadi baru bisa membekuk pelaku ini, dan sempat memberikan perlawanan," kata AKBP Indarto kepada wartawan di Mapolresta Blitar.

Kapolresta Blitar yang baru menjabat sepekan ini menambahkan, pelaku sering mengaku sebagai anggota TNI AD maupun TNI AL, dalam setiap menjalankan aksinya. Pihaknya juga tengah menyelidiki, keterlibatan pelaku dalam aksi pencurian disertai kekerasan di sejumlah wilayah Kota Blitar.

"Sama anggota sedang dikembangkan, sejumlah kasus modusnya curas, jadi korban disekap kemudian diikat tali, kemudian dipreteli," imbuh kapolres.

Sementara pantauan detiksurabaya.com, pelaku belum sadarkan diri dan masih menjalani perawatan di RSD Mardi Waluyo, Kota Blitar. Pelaku berbadan tegap dan berotot dengan sejumlah tato di lengan ini, tak sadarkan diri dengan tangan dan kaki masih diborgol. Sejumlah anggota kepolisian berseragam preman, tampak menjaga ruang perawatan pelaku.

"Ya kondisinya masih lemas dan belum sadarkan diri," ungkap dokter RSD Mardi Waluyo, dr Suharyono SpS kepada detiksurabaya.com yang mengkonfirmasi kondisi pelaku.

(fat/fat)
Berita Terkait