Namun meski begitu, prajurit TNI AD yang membantu Polri tetap melakukan antisipasi untuk menangkal apapun yang dapat menganggu pilkada.
TNI AD mengerahkan pasukan Batalyon 516 Branjangan dan Balatyon 500 Raider dari Kodam V Brawijaya. Pasukan itu disebar ke obyek-obyek vital seperti Jembatan Suramadu dan Dermaga Penyeberangan Kamal Madura-Ujung Surabaya.
Selain itu, pasukan TNI AD tersebut juga dikerahkan untuk patroli untuk memberikan rasa aman bagi warga Bangkalan. Setiap patroli, jumlah prajurit yang dilibatkan 10 orang.
"Yang patroli kota dari Batalyon 516 Branjangan Surabaya," kata Kapten (Inf) Achmad Djaelani saat ditemui di Jalan Cokroaminoto, Rabu (12/12/2012) siang.
Djaelani menambahkan, hingga pukul 11.00 WIB, pelaksanaan Pilkada Bangkalan berlangsung aman dan kondusif. Namun tetap beredar isu-isu yang bertujuan merusak rasa aman Bangkalan.
"Kalau isu-isu gelap banyak. Tapi sampai saat itu tidak terbukti. Seperti yang diinfokan Pak Sekda kalau ada info pembakaran TPS yang dituju oleh para calon nyoblos. Tapi itu tetap hanya isu menyesatkan. Semuanya aman dan kondusif," imbuhnya.
Dari pengamatan detiksurabaya.com, 10 prajurit Batalyon 516 Branjangan selama melakukan patroli menggunakan mobil bak terbuka sambil membawa senjata laras panjang. Patroli, selain dilakukan di jalanan kota juga dilakukan di perkampungan.
(gik/gik)











































